Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Kicak Pasar Sore Kauman (1)

Rabu 09 Jul 2014 15:40 WIB

Red: Chairul Akhmad

Jajanan kicak.

Jajanan kicak.

Foto: Travelmatekamu.com

Oleh: Heri Purwata

Bercita manis dan gurih, kudapan ini hanya dibuat pada bulan Ramadhan.

Di banyak daerah di Indonesia, Ramadhan senantiasa memunculkan fenomena pasar takjil. Begitu pun di Yogyakarta. Di kota pelajar ini, terdapat pasar kaget yang menjajakan aneka takjil dan sajian berbuka puasa. Salah satunya adalah Pasar Sore Ramadhan Kauman.

Sesuai namanya, pasar sore ini berlokasi di Kampung Kauman, tak jauh dari kawasan Malioboro, Yogyakarta. Jika dibandingkan dengan pasar takjil lainnya, seperti pasar takjil lembah UGM yang membentang di area sepanjang kurang lebih 1 kilometer Pasar Sore Kauman ''nyempil'' di lorong gang yang panjangnya 100 meter.

Di lorong gang yang tak begitu panjang itu, 50 pedagang berderet menjajakan aneka makanan. Ada yang berjualan makanan kecil, seperti kicak, carang gesing, jadah manten, risoles, kue lumpur, pastel, panada, siomay, batagor, dan lainnya.

Ada pula yang menjajakan aneka lauk-pauk, mulai dari mangut lele, bronkos, garang asem, sambal goreng krecek, telur balado, bakmi, pecel, sampai tempe bacem.

Pengelola Pasar Sore Kauman menyediakan 50 meja dan tenda untuk para pedagang. Dengan demikian, pedagang datang dan membawa dagangannya. ''Setiap kaplingnya ditarik sewa Rp 150 ribu selama satu bulan," kata Edy Purnomo, petugas dari Seksi Bangunan dan Kapling Pasar Sore Kauman kepada Republika, belum lama ini.

Karena berada di gang sempit, jangan kaget jika pembeli berdesak-desakan saat berjalan dan memilih makanan. Kondisi yang kurang nyaman ini tak membuat mereka kapok. Sedikit ketidaknyamanan itu mereka anggap sebagai perjuangan mendapatkan beragam makanan lezat dengan harga terjangkau.

Meski sepintas tampak sederhana, pasar sore ini sungguh menggoda. Ragam makanan yang dijual di sana membuatnya disesaki warga yang ingin mencari hidangan lezat untuk berbuka. Tak hanya warga setempat, pasar ini menjadi destinasi wisata kuliner di Kota Gudeg.

Selain cita rasa makanan yang dijajakan, ada sejumlah hal yang membuat pasar sore ini begitu tersohor. Salah satunya, karena lokasinya di Kauman, sebuah kampung yang menjadi tempat kelahiran organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di negeri kita, Muhammadiyah.

Pasar ini pun beroperasi sejak 1973. Karena itu, tak berlebihan jika pasar ini disebut sebagai pasar takjil yang legendaris. Citra ''legendaris'' yang tersemat pada pasar ini membuatnya memiliki magnet menarik pembeli.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA