Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Keselamatan Bertransportasi Harus Jadi Budaya

Rabu 25 Jun 2014 13:23 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pemudik (ilustrasi)

Pemudik (ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, MERAK -- Menteri Perhubungan E E Mangindaan mengimbau semua penyedia dan pengguna jasa transportasi agar keselamatan dan keamanan bertransportasi harus menjadi budaya.

"Keselamatan dan keamanan transportasi dalam hal ini sektor pelayaran harus menjadi budaya. Kelihatannya kita selama ini selalu respons terhadap berbagai bentuk kecelakaan, bagi saya enggak, karena ini harus jadi budaya dalam artian prefentif," kata Menteri Perhubungan E E Mangindaan usai menghadiri kampanye Keselamatan Pelayaran dan Hari Pelaut 2014 di Pelabuhan Merak, Cilegon, Rabu (25/6).

Ia mengatakan respon dalam menghadapi kecelakaan itu boleh saja dilakukan tetapi yang lebih penting adalah upaya prefentif yang seharusnya menjadi budaya.
Misalnya dalam sektor pelayaran, mulai dari pembuatan kapal yang benar-benar menjamin keselamatan penumpang.

"Simulasi kebakaran tadi misalnya, kebakaran itu berasal
dari mesin. Jadi mesinnya harus benar-benar diperiksa supaya aman sebelum berlayar," katanya.

Kemudian, keseimbangan kapal jangan sampai akibat kapal tidak seimbang atau miring, bisa menyebabkan tenggelam, keberadaan dermaga juga harus benar-benar menjamin keselamatan bagi penyeberang. Ketersediaan pelampung di dalam kapal juga harus sesuai dengan jumlah penumpang yang ada.

"Seharusnya pengguna jasa transportasi bisa menolak, jika kendaraan atau kapal itu tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan," katanya.

Tidak kalah pentingnya juga, kata Menhub, Sumber Daya Manusia (SDM), bukan hanya pandai mengoperasikan kapal atau alat transportasi lainnya tapi harus bisa menangani jika ada kecelakaan atau gangguan lainnya.

"Prefentif harus menjadi bagian dari konsep keselamatan dan keamanan transportasi," kata E E Mangindaan.

Dalam kegiatan kampanye Keselamatan Pelayaran dan Hari Pelaut 2014 yang diselenggarakan di Dermaga Lima Pelabuhan Merak tersebut, dilangsungkan simulasi penanganan kebakaran Kapal Ferry di sekitar Pelabuhan Merak.

Usai menghadiri upacara kampanye Keselamatan Pelayaran, Menteri Perhubungan kemudian meninjau dermaga Pelabuhan Merak untuk kesiapan pelayanan arus mudik Lebaran 2014.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA