Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Riset: Tabir Surya tak Kebal Kanker Kulit

Jumat 13 Jun 2014 20:20 WIB

Rep: c91/ Red: Asep K Nur Zaman

Sina matahari (ilustrasi)

Sina matahari (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,MANCHESTER -- Menurut sebuah riset, ternyata tabir surya saja tak cukup untuk mencegah melanoma, jenis kanker kulit yang mematikan. Riset ini dilakukan di Inggris untuk mendukung kampanye kesehatan publik.

Kampanye kesehatan publik tentang perlunya tabir surya, dipadukan cara lain untuk melindungi kulit dari matahari, seperti topi dan kacamata hitam. Riset yang diterbitkan di jurnal Nature itu mengungkap lebih detail mengenai bagaimana sinar matahari memicu kanker di sel-sel kulit.

Melansir BBC, melanoma merupakan kanker nomor lima yang paling banyak ditemukan di Inggris dengan jumlah penderita bertambah 13.000 orang setiap tahun. Sinar ultra violet (UV) adalah faktor paling berisiko untuk kanker kulit melanoma.

Sampai sekarang, mekanisme molekul bagaimana sinar UV menghancurkan DNA di sel kulit belum diketahui. Dalam kajian baru ini, para ilmuwan di Universitas Manchester melihat efek cahaya UV pada kulit tikus terkait dengan resiko melanoma.

"Sinar UV menyasar gen yang melindungi kita dari efek merusaknya sendiri, menunjukkan bagaimana berbahayanya agen penyebab kanker ini," ujar ketua tim peneliti, Prof Richard Marais.

Ia menambahkan, studi ini memberikan bukti bahwa tabir surya tak memberikan perlindungan utuh dari efek berbahaya cahaya UV. "Studi ini menekankan pentingnya memadukan tabir surya dengan strategi lain untuk melindungi kulit kita, termasuk memakai topi dan pakaian longgar, serta berteduh di hari yang panas," jelasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA