Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Suhu Sumbawa Tantangan Peserta TEJ 2014

Selasa 10 Jun 2014 22:26 WIB

Red: Maman Sudiaman

Tim TEJ

Tim TEJ

Foto: Bowo S Pribadi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA -- Pulau Sumbawa tak sekedar menawarkan pesona alam yang menawan. Namun suhu yang cukup terik menghadirkan tantangan bagi peserta The Extreme Journey (TEJ) 2014 region Lombok.

Sejak mengawali tantangan bersepeda dari kawasan Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, para peserta harus melawan suhu udara yang cukup panas. Sebab rute yang harus mereka tempuh umumnya merupakan jalan raya di wilayah pesisir pulau ini. Akibatnya, sejumlah peserta jamak beristirahat untuk nenjaga stamina mereka.

Hingga Ahad (8/6), ke-tiga tim masih meneruskan trip bersepeda, menuju Liang Bukal, Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. "Para peserta total melahap 110 kilo meter untuk melanjutkan tantangan berikutnya," ungkap Koordinator TEJ 2014, Eelco Koudijs.

Dari Pelabuhan Poto Tano menuju Batu Tering, jelasnya, para peserta harus mengerjakan sejumlah tugas check point bonus, di Desa Bungin, di Kecamatan Alas. Para peserta harus mengeksplorasi desa berikut keunikannya. "Semua harus dilakukan ke tiga tim untuk menambah poin penilaian di samping kecepatan menempuh finish point," jelasnya.

Eelco juga mengakui, cycling merupakan salah satu  tantangan yang cukup menguras fisik, stamina serta kesiapan mental para peserta. Meski didominasi trek datar, sejumlah tanjakan yang harus dilalui juga merepotkan. Apalagi cuaca di jalur yang ditempuh juga sangat terik. "Panitia memberikan batas waktu hingga pukul 12.00 WITA untuk tantangan bersepeda ini," tambah Eelco yang juga Manajer Sobek Bali ini.

Suhu yang mencapai 38 derajat celsius --pada siang hari-- diakui sejumlah peserta cukup merepotkan dan menguras stamina. Namun sebagian peserta juga mengaku memiliki persoalan dengan kebiasaan bersepeda. "Bersepeda bisa tapi tak terbiasa dengan jarak tempuh panjang," ungkap Rikky (22), peserta asal Palembang.

Anggota tim Hijau inipun mengaku tidak nyaman karena tidak mengenakan celana khusus untuk olahraga bersepeda. "Memang harusnya menggunakan celana khusus bersepeda agar pantat tidak berasa panas untuk bersepeda jarak tempuh panjang," ujarnya.

Hal yang sama diamini oleh Hakim (24), peserta asal Jakarta. Apalagi jika melintas di jalan yang belum berlapis aspal seperti jalan menuju kampung Bungin. "Untuk menyiasati tim kami membungkus sadel sepeda dengan handuk agar lebih empuk dan nyaman," jelasnya.

Eelco menambahkan, pihaknya memang menerapkan penilaian kecepatan tim menuju finish point dan beberapa tugas di beberapa check point. "Sehingga bagi tim yang tak memenuhi penilaian kecepatan naaih dapat mengakumulasi penilaian dari tugas yang diberikan," lanjutnya

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA