Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Film Animasi 'Battle of Surabaya' Bisa Harumkan Indonesia

Selasa 10 Jun 2014 15:42 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Yudha Manggala P Putra

Battle of Surabaya

Battle of Surabaya

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menilai film animasi karya anak negeri bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Hal ini diungkapkannya terkait film 'Battle of Surabaya' (BOS) buatan STMIK AMIKOM yang berlatar belakang pertempuran 10 November.

"Kalau 'Battle of Surabaya' menjadi hit, bukan hanya dia bisa terkenal ke pasar dunia tetapi juga nama Indonesia ikut terangkat," ujarnya saat berkunjung ke kampus AMIKOM, Selasa (10/6).

Untuk pengembangan film animasi AMIKOM, Mari mengaku pihaknya akan membantu dalam jaringan yang menghubungkan dengan distributor film. Dia menilai produk kreatif dari Indonesia sudah mendapat sambutan yang baik di Hollywood.

"Kami terus meng-update dan melaporkan perkembangan industri kreatif Indonesia termasuk kami sudah on going discussion dengan Disney," ungkapnya.

Film animasi BOS dinilai Mari merupakan film yang bagus karena ceritanya mampu menggugah penonton. "Film itu bagus atau tidak bisa terlihat dari kemampuannya menggugah penonton atau tidak," ujarnya.

Dari segi visualisasi hingga lagu pengiring pun dinilai sudah baik. Tema yang diangkat BOS dinilai memiliki nilai universal. Sejumlah adegan dalam film dinilai Mari memberikan inspirasi dan momen yang menyentuh. Budaya Indonesia juga mampu diangkat dalam film animasi tersebut.

Dengan produksi film animasi tersebut, AMIKOM dinilai Mari sudah mirip dengan Sillicon Valley di Amerika Serikat. AMIKOM dinilai mampu memberi pasokan sumber daya manusia, memproduksi, distribusi, hingga pendanaan.

"Di luar dugaan, AMIKOM sangat maju. Meski sudah ada channel dengan Disney, kami akan dorong dan fasilitasi untuk go internasional," ungkap Mari.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA