'Revolusi Putih Prabowo Juga Beri Kesejahteraan Peternak Pedesaan'
Jumat , 06 Jun 2014, 22:20 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto menyapa warga di Astana Anyar, Kota Bandung, Kamis(5/6). (foto: Septianjar Muharam)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Revolusi Putih yang digagas capres Prabowo Subianto dinilai tidak hanya dapat mendobrak rendahnya konsumsi susu segar masyarakat Indonesia. Tapi juga turut memberikan insentif ekonomi ataupun menghadirkan kesejahteraan bagi para peternak di pedesaan. 

"Secara nyata, revolusi putih akan meningkatkan permintaan susu segar, sehingga mendorong peningkatan produksi susu sekaligus mendongkrak pendapatan peternak dan kemudian dapat mewujudkan tingkat kesejahteraan di sekitarnya," ujar Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Jumat (6/6). 

Revolusi putih (merujuk pada warna susu segar yang berwarna putih) adalah gerakan menyediakan susu segar untuk dikonsumsi langsung oleh anak-anak dari keluarga miskin di daerah tertinggal secara massal, konsisten dan berkelanjutan. Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi dan protein anak-anak Indonesia

Syahganda mengatakan, dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara serta Asia umumnya, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Data Tetra Park (2007) menyebutkan, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya mencapai 7,7 liter per kapita per tahun. 

Angka ini lebih rendah dari Vietnam dan Filipina, yang tingkat konsumsi susunya mencapai masing-masing 8,5 dan 11 liter per kapita per tahun.

Syahganda menyebutkan, di tingkat implementasi, Prabowo --seperti tertuang dalam visi misinya-- telah menjelaskan revolusi putih dapat didisain dalam berbagai model atau alternatif. Mulai dari bantuan sosial, gerakan sosial, program kepedulian sosial dan pengembangan hidup masyarakat, hingga gerakan masyarakat independen.

"Yang pasti, jika revolusi putih terlaksana, dampaknya akan sangat masif dan besar bagi perekonomian nasional secara keseluruhan," kata Syahganda dalam pernyataan tertulis. 

Redaktur : Hazliansyah
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar