Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Iran Serukan Pelucutan Senjata Israel

Senin 26 May 2014 11:28 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Fasilitas reaktor nuklir Israel

Fasilitas reaktor nuklir Israel

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-- Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hossein Dehqan, mengatakan Ahad bahwa Perjanjian Komprehensif antara Iran dan pemerintah Barat harus mencakup perlucutan senjata nuklir, kimia dan mikroba Israel.

Menurut Departemen Media Kementerian Pertahanan, menteri membuat pernyataan itu sebagai reaksi terhadap seruan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel untuk memeriksa program rudal Iran setelah kesepakatan nuklir.

Dehqan mengatakan bahwa kapasitas rudal Iran adalah defensif , konvensional, alat pencegah dan karena itu tidak bisa dirundingkan.

"Jika masalah ini disebabkan ditangani dengan mengikuti kesepakatan nuklir, maka itu adalah penghapusan total nuklir rezim Zionis, senjata kimia dan mikroba mereka dalam upaya menciptakan sebuah Timur Tengah yang bebas nuklir serta pemusnahan senjata- senjata pemusnah massal AS harus ditempatkan pada agenda," katanya.

Rezim Zionis harus selalu khawatir tentang kekuatan penangkal dari Republik Islam Iran, jika tidak, rezim pendudukan akan membawa Timur Tengah di bawah kendali melalui perang dan pertumpahan darah. Dehqan lebih lanjut mencatat bahwa ini adalah rasa malu AS yang mengklaim sebagai negara adidaya, ketika menteri pertahanan mengumumkan bahwa Israel telah memungkinkan AS untuk mencari jalan keluar dari masalah nuklir Iran.

"Kami mendesak para perunding nuklir negara kita bahwa selain pembicaraan dengan G5 +1, untuk memfokuskan upaya mereka pada upaya-upaya perlucutan senjata nuklir, kimia dan senjata mikroba dari rezim Zionis, sebagai ancaman terbesar bagi kawasan dan keamanan dunia, selain perlucutan senjata Amerika Serikat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA