Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Urumqi Dijaga Ketat usai Serangan Pasar

Sabtu 24 May 2014 16:45 WIB

Red: Didi Purwadi

Angkatan bersenjata Cina saat memeriksa area bekas ledakan bom di stasiun kereta api Urumqi, Xinjiang.

Angkatan bersenjata Cina saat memeriksa area bekas ledakan bom di stasiun kereta api Urumqi, Xinjiang.

Foto: AP Photo/Ng Han Guan/c

REPUBLIKA.CO.ID, URUMQI -- Keamanan ketat diberlakukan pada Sabtu di Urumqi, ibu kota Xinjiang, Cina, dua hari setelah tanah air Muslim Uighur yang bergolak menderita serangan paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir. Serangan menewaskan 43 orang, termasuk empat penyerang.

Polisi paramiliter bersenjata berpatroli di banyak lokasi di seluruh kota, setelah penyerang dalam dua kendaraan menabrak pembeli dan pedagang serta melemparkan bahan-bahan peledak di satu pasar jalanan pada Kamis.

Media pemerintah mengatakan pada Jumat malam bahwa Xinjiang telah meluncurkan setahun kampanye melawan kekerasan teroris saat rincian tersangka yang terlibat dengan serangan telah dibebaskan.

''Empat dari mereka meninggal di tempat kejadian,'' kata kantor berita Xinhua. Sementara, lainnya ditangkap di Bayingolin, satu prefektur besar selatan Urumqi.

''Orang-orang mengambil bagian dalam serangan teroris Kamis yang menewaskan 39 orang yang tidak bersalah dan melukai 94 lainnya," kata Xinhua membuat jelas bahwa tersangka tidak termasuk dalam angka korban tewas.

''Kampanye setahun terhadap teroris dan kelompok-kelompok garis keras agama akan menargetkan sarang-sarang senjata dan manufaktur peledak serta pelatihan kamp teroris," kata media pemerintah.

Pihaknya meluncurkan lebih dari 1.000 personil militer dan polisi mengadakan pelatihan di seluruh jalan-jalan Urumqi, Jumat, dalam acara menantang kekuatan.

Beijing menjelaskan serangan pasar itu sebagai "insiden terparah teroris" terbaru untuk memukul wilayah barat jauh tersebut.

sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA