Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Berkenalan dengan Chef Paolo Gionfriddo

Rabu 21 May 2014 13:24 WIB

Red: Indira Rezkisari

Paolo Gionfriddo, Italian Chef restoran Rosso Hotel Shangri-La Jakarta.

Paolo Gionfriddo, Italian Chef restoran Rosso Hotel Shangri-La Jakarta.

Foto: Rakhmawaty La'lang/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Italian Chef restoran Rosso di Hotel Shangri-La Jakarta, Paolo Gionfriddo, baru pertama kali bekerja di Asia. Sebelumnya ia menghabiskan empat tahun bekerja di sebuah hotel di Dubai. Ia mulai bekerja di Jakarta sejak Maret tahun ini.

Paolo (34 tahun) mengaku bekerja di Dubai dan Jakarta sangat berbeda. ''Udara panas Dubai membuat saya banyak menghidangkan makanan hangat dan dingin,'' katanya. Terlebih lidah Arabia orang Dubai telanjur identik dengan makanan berbahan daging yang dimasak secara bakar.

Sementara di Jakarta, katanya, ada lebih banyak lidah yang bisa mencicipi hidangan Italia. Sebab, di Jakarta orang yang berkunjung ke restorannya tak hanya orang Indonesia.

''Di sini mereka lebih bisa mencicipi segalanya. Termasuk bisa menikmati hidangan laut,'' katanya menyambung.

Kessannya mengenai Jakarta juga dikatakannya tak ubahnya kota lain di dunia. Sedangkan soal kemacetan, ia bersyukur bisa tinggal sekaligus di tempatnya bekerja. Sehingga berhadapan dengan kemacetan Jakarta bukan sesuatu yang harus dihadapinya setiap hari.

Dalam waktu dekat Rosso pun akan mengalami sejumlah perubahan menu. Warisan menu dari Italian Chef sebelumnya dikatakan Paolo 80 persen menggunakan daging.

Ia berencana menyuguhkan lebih banyak hidangan laut. Komposisi menu akan diubahnya 50 persen daging dan 50 persen hidangan laut.

Harapannya, dalam dua pekan mendatang menu gubahannya sudah bisa dinikmati pengunjung di Rosso.

Paolo juga memberi perbedaan lewat hidangan yang diciptakannya sendiri. ''Jadi menunya nanti didasari hidangan tradisional Italia tapi dengan tambahan sesuatu yang saya ciptakan sendiri dari mimpi kuliner saya sendiri.''

Ketika ditanya dari mana inspirasi kulinernya datang? Paolo mengatakan, inspirasi tersebut bisa datang dari mana saja. Mulai dari alam sekitarnya atau dari sebuah tempat yang dipandangnya berkesan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA