Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Pangkalan PBB Diserang, 20 Dikabarkan Tewas

Jumat 18 Apr 2014 18:40 WIB

Red: Didi Purwadi

Tempat pengungsi Sudan Selatan yang disediakan tim PBB untuk Sudan Selatan (UNAMISS).

Tempat pengungsi Sudan Selatan yang disediakan tim PBB untuk Sudan Selatan (UNAMISS).

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JUBA -- Setidaknya 20 orang tewas dan 70 lainnya cedera akibat serangan para pria bersenjata terhadap satu pengkalan PBB di Sudan Selatan. Demikian kata Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power, pada Kamis waktu setempat.

Power mengutuk keras serangan yang nekat dan tidak berperikemanusiaan terhadap para warga sipil tidak bersenjata di mana 5.000 orang berlindung di dalam kamp pangkalan Missi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) di kota Bor yang luluh lantak akibat perang itu.

Para penyerang menggunakan granat-granat berpeluncur roket untuk menerobos masuk komplek itu kemudian menembaki mereka yang berada di dalam kamp itu, dalam salah satu dari daerah-daerah paling rawan konflik dalam konflik yang telah berlanagsung empat bulan di negara itu.

Laporan-laporan awal menyebutkan orang-orang berada di dalam kompleks itu cedera, tetapi Power mengatakan banyak orang yang tewas.

"Amerika Serikat mengutuk keras serangan-serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata di Sudan Selatan yang telah menargetkan para warga sipil serta Missi PBB di Sudan Selatan dan para personilnya," kata Power.

Ia menyebut serangan terbaru itu sangat buruk dan menyatakan bahwa kelompok penyerang bersenjata berat itu menggunakan granat-granat berpelontar roket untuk menembus kompleks itu dan menembak secara membabi buta para pengungsi di kamp itu.

"Kebiadaban terbaru terhadap rakyat Sudan Selatan ini adalah satu penghinaan terhadap masyarakat internasional dan melanggar prinsip-prinsip dasar perlindungan bagi warga sipil," kata Power.

sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA