Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

BPBD: Wilayah Pesisir Selatan Aman dari Potensi Tsunami

Kamis 03 Apr 2014 11:18 WIB

Red: Hazliansyah

Tsunami (ilustrasi)

Tsunami (ilustrasi)

Foto: [ist]

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah, memantau sejumlah wilayah pesisir selatan kabupaten itu terhadap kemungkinan terjadinya tsunami pascagempa bumi berkekuatan 8,2 skala ricter (SR) di lepas pantai Chile-Amerika Selatan.

"Dari pantauan kami di sejumlah pantai, kondisinya tetap aman. Bahkan, nelayan tetap melaut," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Teguh Sunarko, di Cilacap, Kamis.

Kendati demikian, dia mengakui saat tim BPBD Cilacap mendatangi Pantai Widarapayung, Kecamatan Binangun, banyak warga yang hendak mengungsi. Menurut dia, pihaknya segera meminta warga untuk kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa karena wilayah pantai Cilacap aman dari potensi terjadinya tsunami.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), Cilacap tetap aman. Tinggi gelombang 0,5 meter itu sudah biasa di Cilacap," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bahwa wilayah perairan selatan Cilacap telah terbebas dari ancaman terjadinya tsunami yang ditimbulkan pascagempa berkuatan 8,0 SR di lepas pantai Chile pada hari Rabu (2/4).

"Sebetulnya untuk wilayah perairan Cilacap, estimasi kedatangan tsunami pada hari Kamis (3/4), pukul 08.29 WIB," katanya.

Akan tetapi hingga pukul 09.00 WIB, kata dia, tidak terjadi apa-apa di wilayah perairan selatan Cilacap sehingga ancaman terjadinya tsunami tersebut sudah lewat. Dia mengakui bahwa potensi tsunami akibat gempa Chile tersebut sangat kecil karena hanya berkisar 0-0,5 meter sehingga tidak berbahaya.

Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa BMKG pada hari Rabu (2/4) mengeluarkan imbauan agar masyarat di pesisir pantai selatan Cilacap untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya tsunami.

"Masyarakat diimbau waspada tetapi tidak perlu mengungsi, hanya menghindar dari laut," kata dia menjelaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA