Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

MTQ XXXIII di Kuningan Ajang Memasyarakatkan Alquran

Selasa 25 Mar 2014 09:21 WIB

Rep: lilis/ Red: Damanhuri Zuhri

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Foto: Republika/Amin Madani

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII tingkat Jawa Barat tahun 2014, secara resmi dibuka di Kabupaten Kuningan, Senin (24/3).

Diharapkan, kegiatan itu menjadi ajang untuk memasyarakatkan Alquran dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pembukaan MTQ diawali pawai taaruf dan pawai budaya, yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari 27 kabupaten/kota di Jabar. Kegiatan itu dibuka Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar.

Acara yang dimulai dari Bunderan Cijoho sampai Taman Kota tersebut menyedot perhatian ribuan warga yang tumpah ruah di jalan-jalan utama yang dilalui peserta pawai. Kondisi itu pun memacetkan arus lalu lintas di sepanjang ruas jalan Kota Kuningan.

Tak hanya kesenian daerah, para peserta pawai taaruf yang terdiri dari para kafilah MTQ dan para pendampingnya itu juga menampilkan sejumlah produk unggulan daerah masing-masing.

Seperti dodol dari Garut, kecap dari Majalengka, maupun payung hias dan topi anyam dari Tasikmalaya. Sejumlah peserta pawai adapula yang membagikan produk yang mereka bawa kepada warga hingga membuat warga saling berebut.

Selain pawai, kegiatan MTQ yang berlangsung mulai Senin (24/3) hingga Ahad (30/3) itu juga dimeriahkan MTQ Fair, yang berlangsung di Pandapa Paramarta. Sedangkan pembukaan MTQ, dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, di Stadion Mashud Wisnusaputra, sekitar pukul 20.00 WIB.

Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, menyatakan, kegiatan MTQ bukan sekadar sebuah perlombaan. Dia menyatakan, kegiatan tersebut merupakan ajang untuk memasyarakatkan pemahaman, pengetahuan, serta pengamalan Alquran. ‘’Kegiatan ini untuk syiar dan dakwah,'' jelas Deddy.

Deddy menyatakan, MTQ memang memberikan apresiasi bagi mereka yang sungguh-sungguh mempelajari teknik membaca Alquran.

Namun tujuan utamanya, memahami nilai-nilai Alquran dan implementasinya. Selain itu, sebagai ajang silaturahmi antardaerah dan perguruan-perguruan di Jabar.

Dengan lomba ini, Deddy juga berharap ada kebanggaan dan motivasi dari para peserta sehingga lebih rajin mempelajari Alquran. Dari lomba ini juga diharapkan muncul pemenang yang akan menjuarai MTQ nasional.

Sementara itu, kegiatan MTQ tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Jabar. Mereka akan berlomba dalam tujuh cabang perlombaan.

Adapun tujuh cabang yang dilombakan dalam MTQ tahun ini adalah cabang Tilawatil Al-Quran (golongan tilawah dewasa, tilawah remaja, tilawah anak-anak, tilawah canet dan murotal), dan cabang Hifzil Al-Quran (golongan 1 Juz – 5 Juz, 10 Juz – 20 Juzdan 30 Juz).

Selain itu, adapula cabang Tafsir Al-Quran (tafsir Bahasa Arab, bahasa Indonesiadan bahasa Inggris). Ditambah lagi cabang Musabaqoh Fahmil Al-Quran (MFQ), cabang Musabaqoh Syarhil Al-Quran (MSQ), cabang Khatil Al-Quran, Kaligrafi, dan menulis makalah ilmiah Alquran (M2IQ).

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Yosep Setiawan, menjelaskan, selain menampilkan tujuh cabang perlombaan, MTQ Jabar kali ini juga dimeriahkan MTQ Fair di Lapangan Pandapa Paramartha.

MTQ Fair itu menampilkan pameran pembangunan dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, serta dua daerah yang tergabung dalam Kuningan Summit yaitu Kabupaten Brebes dan Cilacap.

''Perlombaan akan dilaksanakan di sepuluh lokasi. Tapi tidak ada lomba yang dilaksanakan di masjid untuk menjaga kesucian dan ketertiban menjalankan ibadah,'' kata Yosep menjelaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA