Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Kabut Asap Ganggu Delapan Penerbangan di Padang

Kamis 13 Mar 2014 10:14 WIB

Red: Taufik Rachman

Kabut asap di Riau

Kabut asap di Riau

Foto: mongabay

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan kabut asap telah mengganggu delapan penerbangan di bandara itu pada Rabu (12/3).

"Dari delapan penerbangan tersebut, lima diantaranya mengalami pembatalan yaitu Garuda Indonesia dan tiga lainnya mengalami penundaan yaitu Lion Air, Srwijaya Air dan Citilink," kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura II BIM, Joko Sudarmanto di Padangpariaman, Kamis.

Ia mengatakan akibat kabut asap yang menyelimuti daerah itu, jarak pandang di bandara hanya berkisar 800 meter sehingga Garuda Indonesia memutuskan membatalkan lima penerbangan rute Padang-Jakarta.

"Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dan mengutamakan keselamatan penerbangan," kata Joko.

Sementara untuk Kamis ini, Joko mengatakan belum mendapat laporan aktivitas penerbangan sejak pagi hari.

Garuda Indonesia Perwakilan Padang saat dikonfirmasi, belum dapat memberikan keterangan karena ketika dihubungi sedang rapat.

Pada bagian lain, Analis Forecasther Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Kabupaten Padangpariaman Yuni Fitria mengatakan saat ini jarak pandang di Sumbar kurang dari satu kilometer.

"Idealnya jarak pandang yang aman untuk aktivitas penerbangan adalah lebih dari 1.000 meter," kata dia.

Ia mengatakan kabut asap yang menyelimuti Sumbar belum dapat dipastikan kapan akan berkurang karena tergantung kondisi kebakaran hutan dan lahan yang ada di Provinsi Riau.
"Jika turun hujan maka kabut asap akan berkurang, namun hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan akan hujan," kata dia.

Sementara, Pangi Sarwi (28) staf pengajar di Universitas Al Azhar Jakarta yang merupakan calon penumpang Garuda Indonesia tujuan Padang, tidak dapat mendampingi istrinya yang melahirkan anak pertama mereka akibat pesawat yang akan ditumpangi mengalami pembatalan.

Ia menceritakan akan ke Padang menggunakan Garuda Indonesia pada Rabu (12/3) pukul 06.30 WIB. "Tetapi begitu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperoleh informasi ada penundaan penerbangan akibat kabut asap hingga tiga jam," kata dia.

Setelah ditunggu hingga pukul 10.00 WIB, pihak maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan dan kepada penumpang diberi pilihan mengambil kembali uang atau menjadwal ulang penerbangan.

"Karena itu saya tidak dapat berangkat ke Padang dan mendampingi istri melahirkan serta mengumandangkan azan," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA