Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Lagi, Pergerakan Tanah di Majalengka

Ahad 09 Mar 2014 22:54 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Fernan Rahadi

Warga berjalan di jalan desa yang rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausna, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (3/5)

Warga berjalan di jalan desa yang rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausna, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (3/5)

Foto: Antara/Dedhez Anggara

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Bencana pergerakan tanah kembali terjadi di Kabupaten Majalengka. Bahkan, peristiwa itu meluas di sejumlah daerah.

Kali ini, bencana tersebut terjadi di dua lokasi berbeda di hari yang sama, Ahad (9/3). Pertama, pergerakan tanah menyebabkan jalan penghubung Desa Sukamenak, Kecamatan Bantarujeg menuju kota kecamatan amblas. Jalan amblas sepanjang 30 meter dan lebar tiga meter. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Selain itu, pergerakan tanah juga terjadi di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Lemahsugih. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 11 rumah warga retak-retak dan bisa ambruk sewaktu-waktu.

''Majalengka seperti sedang dikepung pergerakan tanah,'' ujar Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Majalengka, Eman Suherman.

Tak hanya di kedua daerah tersebut, pergerakan tanah juga semakin meluas dan bertambah parah di Blok Mukti Rahayu RT 01 dan RT 08 Desa Sidamukti, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka. Pergerakan tanah yang awalnya hanya melanda rumah-rumah warga, kini telah mengakibatkan sebuah bangunan SMP ambruk.

Kondisi serupa juga terjadi di RT 03 Blok Manis Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi. Pergerakan tanah di desa itupun meluas dan menyebabkan sedikitnya 18 rumah warga yang awalnya hanya retak-retak, kini sudah terancam roboh. Tak hanya itu, jalan desa dan gang juga rusak parah.

Eman mengatakan, penyebab pergerakan tanah hingga saat ini belum diketahui. Pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi dari Bandung.

''Untuk kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,'' terang Eman.

Terpisah, Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengimbau warganya agar mewaspadai bencana alam yang terjadi di Majalengka. Pasalnya, berdasarkan indeks daerah rawan bencana di Indonesia, Kabupaten Majalengka menduduki urutan ketujuh tingkat Jawa Barat dan peringkat ke-16 di Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA