Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Petani Sayuran Rejanglebong Tanam Cabai Sistem Mulsa

Kamis 27 Feb 2014 15:33 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Komoditas cabe, ilustrasi

Komoditas cabe, ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, REJANGLEBONG -- Sebagian petani sayuran di Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, belakangan ini beralih menanam cabai merah keriting dengan sistem bedengan plastik (mulsa) seiring dengan membaiknya harga jual komoditas tersebut.

Di Kecamatan Selupu Rejang, beberapa petani aneka sayuran beralih menanam cabai merah keriting dengan menggunakan mulsa. "Banyak petani sayuran yang berlaih menanam cabai dengan mulsa karena tanaman yang dihasilkan bagus dibandingkan dengan menanam cabai dengan bedengan biasa," kata Elpian (37), petani di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kamis (27/2).

Para petani itu mengganti tanaman sayuran dengan cabai karena terpengaruh dengan tingginya harga cabai yang kini mulai terkoreksi oleh banyaknya pasokan ke pasar. Pola penanaman cabai dengan menggunakan mulsa , kata Elpian, baru dilakukan oleh beberapa orang petani di daerah itu sejak beberapa tahun belakangan.

Sebelumnya petani setempat menanam cabai menggunakan bedengan tanah biasa, sehingga hasilnya tidak memuaskan karena banyak bibit tanaman cabai yang baru ditanam mati atau dimakan ulat serta binatang lainnya, sedangkan dengan mulsa tanaman akan terjaga hingga tumbuh besar dan kondisi tanahnya tetap lembab.

Sementara itu banyaknya petani sayuran yang beralih menanam cabai mulsa membuat harga pasaran sayuran di daerah itu mengalami kenaikan, dan untuk cabai merah keriting sebaliknya malah turun drastis. "Saat ini banyak petani sayuran yang menanam cabai mulsa sehingga harga sayuran mengalami kenaikan, sebaliknya untuk harga jual cabai merah keriting malah turun drastis dari Rp 55.000 menjadi Rp 20.000 per kg," kata Jamilah (45) pedagang sayuran di Pasar Atas Curup.

Sedangkan untuk harga sayuran ,kata dia, sejak sebulan lalu dan sampai sekarang masih tinggi dan hanya ada beberapa jenis yang mengalami penurunan sedikit seperti tomat yang sebelumnya Rp 5.000 per kg sekarang menjadi Rp 4.000 per kg, kemudian kembang kol dari Rp 16.000 menjadi Rp 14.000 per kg, kemudian daun bawang dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.000 per kg sedangkan.

Harga sayuran seperti kol bulat, wortel, sawi, timun, buncis dan jenis sayuran lainnya masih tetap tinggi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA