Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Memijat Bayi Sesuai Usianya

Senin 24 Feb 2014 12:30 WIB

Rep: Indah Wulandari/ Red: Indira Rezkisari

Pijat bayi sesuai tahapan usianya.

Pijat bayi sesuai tahapan usianya.

Foto: Adhi Wicaksono/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Memijat bayi sudah lama diketahui memiliki banyak manfaat. Spesialis anak pegiat pijat bayi dr Utami Roesli SpA, IBCLC, CIMI, pun menjelaskan cara memijat bayi berdasarkan kelompok usia.

Untuk bayi berusia nol hingga satu bulan, gerakan lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusat bayi lepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut. Untuk bayi berusia satu hingga tiga bulan, gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang lebih singkat.

Untuk bayi berusia tiga bulan hingga anak berusia tiga tahun, seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang semakin meningkat. Total waktu pemijatan disarankan sekitar 15 menit saja. Pijatan dimulai dari bagian kaki, kemudian perut, dada, tangan, muka, dan diakhiri pada bagian punggung. “Meski kuno, pijat bayi tetap banyak manfaat dan sebaiknya dilakukan secara rutin, setidaknya sebulan sekali,” kata Utami.          

Sejumlah ahli menyatakan, pemijatan sebaiknya dilakukan setelah bayi melewati usia tiga bulan ketika fisiknya tidak lagi terlalu lemah untuk dipijat. Sedangkan, ahli lain menyarankan pemijatan dilakukan mulai usia bayi beberapa minggu dengan alasan pijatan dapat membantu bayi melewati masa transisi dari dalam rahim ke dunia luar.

Bayi pun perlu dipijat, terutama saat ia rewel yang menandakan ada rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Beberapa orang tua bahkan akan segera membawa si kecil ke dukun pijat bila anaknya jatuh dari tempat tidur, tampak gelisah saat tidur, tidak mau makan, bahkan batuk dan pilek.

Utami menyarankan, bagi orang tua yang belum terbiasa memijat, ada baiknya berkonsultasi ke dokter anak atau tenaga ahli terlatih, misalnya bidan.

Hasil suatu penelitian menyatakan, pijat bayi berperan penting meningkatkan ketenangan, pencernaan, dan berat badan si kecil. Studi di Amerika menunjukkan, pijatan lembut pada tubuh bayi prematur tiga kali sehari selama dua minggu dapat meningkatkan berat badannya 47 persen lebih tinggi dibandingkan dengan bayi prematur yang tidak dipijat. Bayi-bayi yang dipijat juga terlihat lebih responsif.

Selain itu, sistem imun juga akan meningkat. Ketidaknyamanan, seperti sakit perut, pilek, dapat segera hilang. Menurut Association of Infant Massage, pijat bayi membuat pencernaan bayi, sirkulasi darah, serta kekuatan otot menjadi lebih baik.

Nyeri perut, gusi, dan rahang selama proses pertumbuhan gigi juga akan berkurang. Pijat juga merangsang sistem imun. “Tentu saja ini sangat menenangkan bayi,” ujar Utami.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA