Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Riau Berencana Beli Helikopter untuk Padamkan Kebakaran Hutan

Kamis 13 Feb 2014 14:14 WIB

Red: Taufik Rachman

Kebakaran hutan

Kebakaran hutan

Foto: blogspot

REPUBLIKA.CO.ID,PEKANBARU--Pemerintah Provinsi Riau, mewacanakan untuk membeli helikopter bertujuan memadamkan api akibat kebakaran lahan dan hutan yang setiap tahun melanda wilayah ini.

"Ini baru wacana yang perlu dipikirkan karena menyewa helikopter itu mahal, kalau dibeli secara patungan bagaimana ya," kata Penjabat Gubernur Riau Djohermasyah Djohan di Pekanbaru, Kamis.

Djohermansyah mengatakan masalah itu pada rapat dengan tajuk "Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan" dihadiri Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono, Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Riau, Zulher, dan pejabat Kejaksaan Tinggi setempat serta puluhan pengusaha perkebunan.

Namun pada rapat tersebut juga dihadiri Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir dan sejumlah asosiasi petani digelar di lantai III Kantor Gubernur Riau, jalan Sudirman, Pekanbaru.

Dia mengatakan setiap tahun lahan dan hutan di Riau terbakar sehingga petugas mengalami kesulitan untuk memadamkan api.

Bahkan upaya pemadaman dengan melibatkan masyarakat dan pengusaha perkebunan tidak membuahkan hasil maksimal.

Demikian pula dengan penyiraman mengunakan alat juga belum yang terbaik karena keterbatasan peralatan.

Upaya pemadaman api dari udara saat ini yang terbaik dengan membawa air mengunakan helikopter dalam jumlah banyak kemudian ditumpahkan.

Sementara itu, Kapolda Riau Brigjen Condro mengatakan langkah pemadaman kebakaran lahan dan hutan mengunakan bom air dengan helikopter dianggap efektif meski biayanya mahal.

Condro menambahkan pemadaman api dari udara pernah dilakukan sebelumnya pada Juli 2013 sebanyak 596.000 liter dan September 2013 sebanyak 182.500 liter air ditumpahkan ke titik api pada lahan terbakar.

"Bila pengusaha perkebunan bersedia membeli helikopter dengan cara patungan, itu juga perlu dipikirkan, kemudian disewakan," katanya.

Menurut dia, jika membeli satu helikopter dengan harga Rp 55 miliar patungan pengusaha pengusaha perkebunan, mungkin saja dapat terealisir.

Kebakaran lahan perkebunan di Riau lebih dari 1.500 hektare sehingga menimbulkan asap sampai ke Singapua dan Malaysia.

Hingga Kamis, laporan yang diterima dari aparat berwenang bahwa luas lahan yang terbakar sudah berkurang terutama di Kabupaten Kepulauan Meranti yang bersebelahan langsung dengan Malaysia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA