Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Drajad: Lutfi-Gita, Serupa Tapi Tak Sama

Rabu 12 Feb 2014 20:37 WIB

Red: Djibril Muhammad

Muhammad Lutfi

Muhammad Lutfi

Foto: Yogi Ardhi/ Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Sisulo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menetapkan pengganti Gita Wirjawan. Adalah Muhammad Lutfi yang ditunjuk mengisi posisi Menteri Perdagangan (Mendag).

Bagi Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Drajad Hari Wibowo, dipilihnya Lutfi tidaklah jauh berbeda dengan Gita. Artinya jika melihat latar belakang dari keduanya, walaupun tidak sama persis. Singkatnya serupa tapi tak sama.

Gita, menurut dia, murni di sektor keuangan. Sementara Lutfi merupakan perpaduan bisnis keuangan dan sektor riil. "Dua-duanya dekat dengan SBY, M Lutfi malah dekat sejak lama. Jadi buat SBY mereka berdua sama-sama, 'all the President's men'," katanya dalam perbincangan kepada Republika, Rabu (12/2).

Mengenai kinerja, Drajad mengaku tidak mengetahui secara detail. Namun, ia menjelaskan, Lutfi hanya memiliki waktu yang singkat, yakni tidak lebih dari delapan bulan. Di mana, dalam rentang waktu tersebut atmosfirnya didominasi pemilu.

"Rasa-rasanya waktunya terlalu sempit buat dia. Tapi secara politik, pilihan itu paling aman buat SBY," katanya menegaskan.

Kendati demikian, Drajad menambahkan, bukan berarti tidak ada penekanan yang diberikan kepada Lutfi. Ia menjelaskan, ada beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian Lutfi, seperti pemberantasan permainan izin, kuota dan kualitas di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Soal impor dan pengendalian harga, tidak mungkin melakukan terobosan substansial dengan hasil selesai delapan bulan," katanya lagi.

Soal target dalam waktu yang sempit tersebut, Drajad menilai, ada yang bisa dilakukan Lutfi. Dan yang memungkinkan dilakukan adalah penyederhanaan birokrasi dalam ekspor, impor dan perdagangan antarpulau.

"Kalau dalam delapan bulan ada langkah-langkah riil dalam penyederhanaan birokrasi ini, maka hal tersebut akan sangat besar manfaatnya bagi perekonomian ke depan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA