Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Menhut: Pengelolaan Hutan Lestari Perlu Ditingkatkan

Selasa 28 Jan 2014 17:34 WIB

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Nidia Zuraya

Hutan Rakyat (ilustrasi)

Hutan Rakyat (ilustrasi)

Foto: wonosari.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemeliharaan hutan sepatutnya dilakukan oleh semua pihak, termasuk pelaku industri. Dengan demikian, hutan dapat memberikan daya hidup yang lebih panjang.

Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan mengatakan perlu ada perubahan paradigma dalam membangun industri kehutanan. Pelaku usaha harus memikirkan bagaimana mengelola hutan secara berkelanjutan dengan menggunakan prinsip manajemen hijau. "Ini karena industri kehutanan memiliki prospek yang cerah, baik secara nasional, regional, maupun dunia," katanya ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (28/1).

Saat ini konsumen produk hutan mencapai 45 juta. Pada 2030 mendatang, jumlah konsumen hasil hutan diperkirakan meningkat hingga menjadi 130 juta jiwa. Tanpa pengelolaan hutan yang baik, hutan akan habis untuk memenuhi kebutuhan jutaan konsumen tersebut.

Perusahaan juga diharapkan membangun perekonomian masyarakat sekitar hutan. Sedikitnya 20 persen dari jumlah masyarakat yang tinggal di hutan harus dilibatkan dalam pemanfaatan hutan. Cara ini dirasa efektif untuk membangun keterikatan masyarakat dengan hutan, sehingga mereka turut menjaganya agar tetap lestari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA