Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Penerimaan Bintara Polda Maluku Utamakan Putra Daerah

Kamis 16 Jan 2014 14:38 WIB

Red: Julkifli Marbun

Logo Polri (Illustrasi)

Logo Polri (Illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Murad Ismail menyatakan penerimaan calon bintara polisi dan calon taruna akademi kepolisian (Akpol) di Polda maluku akan memprioritaskan putra daerah.

"Penerimaan bintara dan taruna di Polda Maluku kami akan memprioritaskan putra daerah agar ke depan dapat menciptakan stabilitas keamanan di wilayah masing-masing," katanya di Ambon, Kamis.

Menurut dia, selaku putra daerah pihaknya berupaya agar seleksi penerimaaan bintara dan taruna dapat meloloskan anak daerah yang memiliki komitmen dan kualitas untuk menjadi aparat kepolisian di Maluku.

"Saya berupaya agar calon yang mengikuti seleksi dari setiap kawasan dan desa di Maluku yang mau ikut tes polisi dan lolos seleski kesehatan jika lolis akan ditempatkan di kawasan tersebut," katanya.

Kapolda mengatakan, Polda Maluku akan memprioritaskan anak daerah dengan estimasi 95 persen harus diisi putra putri Maluku.

"Kami juga sudah menyurati gubernur, bupati dan walikota agar jika ada putra-putri terbaik dipersilahkan untuk mendaftar. Kami juga dalam waktu dekat akan menyurati DPRD Maluku untuk mengawasi proses rekrutmen ini," tandasnya.

Menurut dia, dalam proses rekrutmen tersebut hanya calon yang memenuhi syarat yang akan diterima.

"Semua pendaftar berpeluang untuk lolos dalam proses rekrutmen sehingga harus berupaya semaksimal mungkin. Lulus tidaknya mereka itu hasil kerja keras dari mereka, ditunjang doa dari orang-orang ter?dekat dan seizin Tuhan," katanya.

Selain memprioritaskan penerimaan bintara dan akpol, pihaknya juga akan menempatkan putra daerah pada sejumlah jabatan di Polda Maluku.

"Sejak dilantik menjadi Kapolda saya telah berupaya menempatkan putra daerah pada sejumlah jabatan di Polda, hal ini dilakukan agar jabatan tidak hanya diisi orang dari luar Maluku tetapi putra daerah yang memiliki kemampuan," tandasnya.

Kapolda menambahkan, kedapan hal ini juga akan berlaku bagi Kapolres di wilayah Maluku akan ditempati putra daerah.

"Kapolres yang bertugas saat ini belum bisa dilakukan pergantian karena masih melaksanakan tugas hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang, setelah itu kami akan melakukan pergantian jabatan," kata Murad.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA