Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Selidiki Kecelakaan

Tim KNKT Dikirim ke Probolinggo

Ahad 29 Dec 2013 23:43 WIB

Red: Julkifli Marbun

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara Foto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso mengatakan, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah dikirimkan untuk menyelidiki peristiwa kecelakaan di Probolinggo yang menewaskan 18 orang.

"KNKT sendiri sudah mengirim tim, diperkirakan Minggu pagi sudah sampai di Probolinggo," kata Suroyo Alimoeso, Ahad.

Menurut dia, pihaknya telah lama mengeluarkan imbauan agar berbagai pihak memperhatikan keselamatan lalu lintas dan dinas perhubungan juga bisa melakukan pemeriksaan terkait dengan kelaikan dan perizinan di bawah koordinasi Polri.

Ia mengemukakan agar masyarakat sadar bahwa kendaraan bak terbuka sebenarnya tidak diizinkan untuk digunakan sebagai angkutan untuk penumpang sehingga kedisiplinan juga diharapkan tidak karena ada petugas saja.

"Edaran imbauan tidak menggunakan kend bak terbuka sdh dilakukan, termasuk oleh teman-teman perhubungan di daerah," ujarnya.

Dirjen Perhubungan Darat juga menegaskan yang terpenting bukan mencari kesalahan atas peristiwa tragedi tersebut, tetapi masyarakat juga harus sadar untuk tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa kecelakaan lalu lintas antara truk gandeng Nopol P-8568-UL dengan mobil pikup Nopol B-2625-XCU terjadi di Jalan Raya Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2013).

Petugas kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Tongas, Agus Sudarsono, menyebutkan ke-18 korban tewas itu meliputi 15 orang tewas di lokasi kejadian dan tiga orang tewas di rumah sakit. "Dua dari 18 korban tewas adalah anak-anak," katanya.

Ke-18 korban tewas adalah Nurhayati (30), Anila (2), Halima (28), Indama (32), Slamet (40) yang merupakan sopir pikap, Luluk Mukkarromah (30), Mbok Bahrom (60), Erma (32), Jumaati (32), Leli (30), Sudarmi (40), Sindro (40), Indah (5), Kasila (40), Soleha (50), Salamah (20), Yayuk (45), dan Kasih (40).

Hingga kini, belasan jenazah korban kecelakaan itu sudah diambil keluarganya dari rumah sakit untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, sebanyak tiga orang korban kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Tongas, Probolinggo, Sabtu (28/12) dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang dan kondisinya masih kritis.

Sedangkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf prihatin atas kecelakaan antara truk gandeng nomor polisi P-8568-UL dengan mobil pikap B-2625-XCU di Jalan Raya Curah Tulis, Tongas, Probolinggo, yang terjadi Sabtu (28/12) sore dan mengakibatkan 18 korban tewas.

"Kami sangat prihatin atas kejadian tersebut dan merupakan tragedi menyedihkan pada akhir tahun ini," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Ahad.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA