Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Pejabat Jarang Lewat, Perlintasan Bintaro Tidak Diprioritaskan

Rabu 11 Dec 2013 05:04 WIB

Red: Endah Hapsari

Petugas mengganti rel kereta api yang rusak akibat tabrakan kereta api dengan truk tangki di perlintasan kereta di Bintaro Permai, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).   (Republika/Yasin Habibi)

Petugas mengganti rel kereta api yang rusak akibat tabrakan kereta api dengan truk tangki di perlintasan kereta di Bintaro Permai, Jakarta Selatan, Selasa (10/12). (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski perlintasan kereta di Pasar Bintaro Jl Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, masuk dalam perlintasan sebidang yang padat dengan kode pos 57A, karena maraknya kasus kecelakaan kereta api. Namun, perlintasan ini tidak masuk dalam prioritas rencana pembangunan lintasan sebidang yang dibuat oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Soal perlintasan sebidang yang padat seperti ini memang sudah kami lakukan pengkodean dengan 57A," ujar Ignasius Jonan, Direktur Utama PT KAI, seperti dilansir situs beritajakarta.

Menurutnya, perlintasan Bintaro yang sering merenggut korban jiwa itu tidak masuk dalam rencana pembangunan perlintasan sebidang padat. Sebab, untuk di Jakarta ada 24 titik yang sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres). "Dalam Perpres 83 tahun 2011 memang pemerintah pusat akan membangun 24 titik perlintasan di DKI. Tapi ini tidak termasuk, karena tidak besar," ungkapnya.

Jonan mengakui perlintasan Pasar Bintaro itu luput dari pemantauan pihaknya. Hal ini karena letaknya yang di pinggiran Jakarta dan tidak banyak pejabat lewat jalan tersebut. "Memang kita kadang luput karena pejabat jarang lewat situ, sehingga luput dari perhatian. Ya kalau Wapres memberikan arahan untuk membangun perlintasan sebidang itu pasti akan cepat dilakukan," tuturnya.

Menurut Jonan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pembenahan perlintasan sebidang. Karena meskipun tidak masuk dalam rencana pembenahan, ia yakin Pemprov DKI bisa membangun secara swadaya. "DKI pasti bisa karena memiliki APBD yang banyak. Dan seharusnya juga ada bantuan dari kepolisian yang menindak penerobos palang perlintasan dengan tilang," tandasnya.

Sementara Humas PT KCJ Eva Chairunisa mengatakan saat ini sudah ada 1 jalur yang bisa digunakan terutama untuk kereta diesel. Karena saat ini masih ada perbaikan untuk Listrik Aliran Atas (LAA) sebagai tenaga utama kereta commuter line. "LAA-nya banyak yang tertabrak dan rusak. Kalau dari arah Serpong-Tanah Abang sudah selesai, yang masih perbaikan arah sebaliknya dan diupayakan selesai pukul 12 siang ini," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA