Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Indonesia Perlu Tentukan Sikap di WTO

Senin 02 Dec 2013 11:42 WIB

Rep: Meiliani Fauziah/ Red: Nidia Zuraya

WTO

WTO

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Pertanian dari Universitas Lampung, Bustanul Arifin melihat keanggotaan Indonesia dalam World Trade Organisation (WTO) belum memberi manfaat. Ia pun melihat ada persoalan domestik yang lebih berat untuk diselesaikan pemerintah akibat inkonsistensi kebijakan pertanian.

Salah satu contohnya yang terjadi pada komoditas kedelai. Seharusnya pemerintah berupaya keras mengelola kedelai produksi dalam negeri. "Tapi di WTO tidak begitu mekanismenya, jadi kita sendiri gak konsisten. Gimana mau tercapai," katanya ditemui di Simposium Pangan Nasional, Senin (2/12). 

Ia pun melihat bahwa tugas perunding di WTO nanti sedikit sulit. Sebelum berhadapan dengan negara lain, seharusnya Indonesia sudah lebih siap dengan kebijakan di dalam negeri.

Agar bisa meraih keuntungan dalam WTO, sebaiknya perunding segera menetapkan sikap. Indonesia harus menetapkan ingin menjadi trading country ataupun production country. "Paling baik kalau Indonesia bisa menjalankan dua sistem tersebut," katanya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA