Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Pria Ini Lebih Memilih Dipenjara Lagi daripada Pulang

Jumat 25 Oct 2013 14:04 WIB

Red: Dewi Mardiani

Penjara/ilustrasi

Penjara/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Seorang pria Suriah telah terdampar di bandar udara Dubai selama 16 hari. Kasusnya mirip sekali dengan film Tom Hanks "The Terminal".

Wasfi Tayseer Jarad telah tertahan di Terminal 2 bandar udara tersebut sejak dibebaskan dari penjara setelah ia menjalani hukuman dalam kasus obat terlarang. Dia dikeluarkan dengan perintah deportasi, kata harian berbahasa Inggris, Gulf News, Kamis (24/10).

Sementara negara asalnya, Suriah, sedang dilanda kerusuhan politik. Pemerintah di Dubai memberi pria yang berusia 34 tahun tersebut pilihan untuk pergi ke tempat lain yang akan menerima dia. Namun masa berlaku paspornya telah habis. Sementara, menurut laporan Reuters yang dikutip Jumat (25/10), Yordania, negara tempat keluarganya menyelamatkan diri dari Suriah, menolaknya,

Turki dan Lebanon telah melakukan tindakan yang sama, yaitu menolak Jarad. Kasus tersebut tampaknya telah terperosok di antara bermacam yurisdiksi. Sementara Jarad sendiri tak bisa dihubungi melalui telepon, beberapa departemen pemerintah setempat saling melempar telepon ketika dihubungi oleh Reuters.

Kantor kejaksaan, yang bertanggung-jawab untuk mengawasi deportasi terpidana, menyatakan akan menyelidiki kondisi itu.

Jarad mengatakan ia telah tinggal hidup dengan makan satu hamburger sehari dan mencuci toilet sementara keluarganya berusaha memperoleh paspor batu buat dia, agar ia bisa bergabung dengan mereka di Yordania.

Ia telah ditawari terbang ke Latakia, Suriah, tapi mengatakan ia mengkhawatirkan keselamatannya di sana. Dia mengatakan kepada Gulf News, "Saya berharap saya bisa kembali ke penjara Dubai."

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA