Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Wamenkeu: Kebuntuan Anggaran AS Berdampak Global

Kamis 10 Oct 2013 18:29 WIB

Red: Taufik Rachman

The Fed/Ilustrasi

The Fed/Ilustrasi

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan masalah kebuntuan anggaran yang berdampak pada penghentian kegiatan pemerintahan (shutdown) di Amerika Serikat berpengaruh ke perekonomian global termasuk Indonesia.

"Kalau ini berlaku terus menerus, yang berdampak bukan hanya Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Apalagi Cina yang menyimpan cadangan devisanya di 'US Treasury'," ujarnya di Jakarta, Kamis.

Bambang mengatakan kalau perekonomian AS terus terganggu, maka dampaknya dapat memberatkan upaya negara-negara berkembang lain untuk mencapai target pertumbuhan dan stabilisasi perekonomian.

Namun, ia optimistis pemerintah federal AS segera beroperasi dan Kongres menyepakati skema anggaran baru, karena masalah penghentian pemerintahan tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi di negara adidaya itu.

"Ini sudah 17 kali dalam 30 tahun terakhir, paling cepat dua hari paling lama 22 hari. Ini sudah berulang-ulang terjadi, pemerintah AS pasti tidak akan membiarkan kondisi 'shutdown' berlangsung lama," katanya.

Menurut Bambang, yang dapat dilakukan Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal seperti itu adalah memperkuat fundamental ekonomi serta memperbaiki kinerja defisit neraca transaksi berjalan yang sempat menyebabkan keresahan di kalangan investor.

"Apapun kondisi global, yang penting bagi kita adalah memperkuat kondisi internal dulu, memperbaiki fundamental. Sehingga apapun yang terjadi di global, meski negatif, paling tidak kita bisa mitigasi, dan tidak mengganggu investasi," katanya.

Salah satu hal yang dapat dilakukan pemerintah adalah membuat kebijakan agar arus modal dari investor asing dapat bermanfaat dalam mendukung pembangunan dan tidak rentan terhadap pembalikan modal.

"Kuncinya, harus memberi insentif bagi yang mau investasi atau reinvestasi di Indonesia, kedua, dari sisi keuangan harus memberi instrumen lebih banyak, agar dolar lebih betah tinggal di Indonesia," kata Bambang.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA