Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Akil Akui Atas Namakan Mobil Mercy ke Sopirnya

Rabu 09 Oct 2013 19:50 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Djibril Muhammad

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar sebelum melakukan tes urine di Gedung KPK, Jakarta, Ahad (6/10).

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar sebelum melakukan tes urine di Gedung KPK, Jakarta, Ahad (6/10).

Foto: Adhi Wicaksono/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita tiga buah mobil mewah milik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif, Akil Mochtar di rumahnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Akil mengakui salah satu dari mobil mewah tersebut diatasnamakan kepada sopirnya, Daryono.

"Iya benar, tapi itu (alasannya) tidak tahu. Nantilah saya tanya pak Akil karena saya juga baru ketemu sama pak Akil," kata kuasa hukum Akil Mochtar, Tamsil Sjoekoer yang ditemui usai menemui kliennya di Rutan KPK, Jakarta, Rabu (9/10).

Tamsil mengaku dalam pertemuan tersebut, ia dan kliennya membicarakan terkait penyitaan tiga mobil milik Akil. Kepadanya Akil mengatakan agar mengikuti saja proses penyidikan yang sedang berlangsung di KPK.

Saat ditanya apakah Akil hanya menerima suap dari sengketa pilkada Lebak dan Gunung Mas, ia berkelit tidak dapat menjawabnya. Ia mengaku belum sempat menanyakan soal tersebut kepada Akil.

Soalnya dalam pertemuan, ia hanya menanyakan apakah Akil menyetujui untuk membentuk tim kuasa hukum dan Akil menyetujuinya.

Namun begitu, ia mengaku kenal dengan anggota DPR dari Fraksi Golkar uang juga menjadi tersangka penerima suap untuk sengketa pilkada di Gunung Mas yaitu Chairun Nisa. Akil juga mengaku mengenal dengan pengacara yang juga Caleg PDIP, Susi tur Andayani.

"Kenal, Susi memang kenalan lama pak Akil, pernah (jadi pengacara) di kantor Akil di Pontianak dulu," katanya menjelaskan.

Mengenai perusahaan CV Ratu Samagat, ia juga mengaku tidak mengetahui dengan jelas karena belum melihat aktanya. Berdasarkan keterangan isteri Akil, Ratu Rita, perusahaan itu memang merupakan usahanya, bukan milik Akil.

Perusahaan itu bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, pertambangan batubara dan perikanan arwana. Perusahaan ini juga didirikan sejak 2010 lalu.

"Dia bilang Ada usaha kegiatan perkebunan sawit, ada tambang batubara, ada arwana dan itu sifatnya umum. Saya belum lihat aktanya," kelitnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA