Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Wiranto: Pejabat Negara Jangan Rangkap Pengurus Partai

Rabu 02 Oct 2013 22:27 WIB

Red: Dewi Mardiani

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto berpendapat bahwa seorang pejabat negara seharusnya melepas jabatan di partai politik agar dapat mengabdi sepenuhnya kepada rakyat.

"Saya sangat menyayangkan kalau seorang pejabat masih merangkap sebagai ketua umum atau pengurus partai politik. Misalnya, presiden, dia memang diajukan oleh partai politik, tetapi dia bukan representasi partai politik setelah menjadi presiden. Dia harus mempresentasikan rakyat," kata Wiranto di Jakarta, Rabu (2/10).

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat ditemui usai menghadiri Seminar Nasional Empat Pilar Kebangsaan yang diadakan Fraksi Partai Hanura di Gedung Nusantara V DPR. Wiranto mengatakan, seorang presiden atau pejabat negara apapun harus mengutamakan pengabdian kepada rakyat, bukan kepada partai politiknya masing-masing, karena para pejabat negara itu telah dipilih langsung oleh rakyat.

"Yang mengurus negara ini bukan partai. Maka seorang presiden atau pejabat lainnya dari partai apapun kalau sudah dipilih sebagai pemimpin oleh rakyat Indonesia, dia itu pilihan rakyat, bukan pilihan partai," ujarnya. Oleh karena itu, Wiranto mengimbau para calon presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, dan walikota untuk mau melepas jabatan di parpol.

Mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan itu juga menekankan bahwa seorang pejabat negara yang sudah dipilih langsung oleh rakyat berarti bertanggung jawab penuh kepada rakyat. "Sehingga sepenuh hatinya presiden harus fokus melaksanakan tugas-tugasnya dan mengabdi kepada rakyat, bukan kepada partai. Karena dia pemimpin rakyat bukan pemimpin partai lagi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan, presiden yang akan datang haruslah sosok dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai karena di masa depan Indonesia akan menghadapi persaingan global yang semakin ketat. "Untuk itu diperlukan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan yang mengetahui masalah. Pemimpin harus dapat membuat keputusan yang berani dan melakukan keputusan itu dengan perhitungan yang matang dan tanpa keraguan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA