Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Ini Panggilan Sayang untuk Habibie

Senin 30 Sep 2013 01:07 WIB

Red: Endah Hapsari

Presiden RI ke-3 BJ. Habibie

Presiden RI ke-3 BJ. Habibie

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM---Memiliki nama panjang, rentetan gelar pendidikan dan jabatan segudang, Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie lebih senang disapa eyang atau kakek dalam bahasa Indonesia. "Panggil saya eyang. Eyang itu Bahasa Indonesianya opa," kata Habibie di Batam, akhir pekan ini.

Di usia yang sudah tidak bisa dikatakan muda lagi, ia mengatakan lebih nyaman dipanggil eyang, ketimbang profesor, doktor, mister presiden, yang terhormat dan lainnya. "Saya sudah 77 tahun, sudah sepuh," kata Bapak Pembangunan Kota Batam itu.

Meski mengaku sudah sepuh, Mantan Menteri Riset dan Teknologi era Soeharto itu mengatakan masih memiliki semangat muda yang membara, yang tidak kalah dengan anak muda Indonesia lainnya. "Semangatnya 17 tahun, kalau kekuatannya 30 tahun, lebih sedikit. Tapi pengalamannya 77 tahun," kata dia.

Habibie menyatakan sebenarnya sudah pensiun dari berbagai aktivitas. Namun, bagi dia pengabdian untuk negara tidak akan ada akhirnya. "'Soldier never dies'. Bukan untuk perang-perangan, bunuh-bunuhan. Musuh kita adalah kemiskinan. Saya dan Anda adalah 'soldier'. 'We will never die'," kata profesor yang membangun pesawat terbang CN 235 ini. "Kita tidak pernah mati, paling menghilang pelan-pelan," kata suami almarhumah Ainun ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA