Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Begini Nasib Anak Polisi Korban Penembakan

Sabtu 14 Sep 2013 05:02 WIB

Red: Endah Hapsari

Penembakan  (ilustrasi)

Penembakan (ilustrasi)

Foto: Reuters/Joshua Lott

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan membantu pembinaan terhadap anak anggota kepolisian korban penembakan yang ingin menjadi polisi. "Jika memiliki keinginan menjadi polisi, kita siap bantu untuk dibina selama memenuhi persyaratan," kata Kepala Biro Perawatan Personel Sumber Daya Manusia Polri Brigadir Jenderal Polisi Siswaluyo di Markas Polda Metro Jaya.

Siswaluyo mengatakan para anak dari anggota kepolisian yang tewas ditembak orang tidak dikenal dan masih duduk di bangku SMA tertarik menjadi polisi bisa mempersiapkan diri. Siswaluyo menyebutkan bentuk pembinaan dengan cara melatih fisik dan mental untuk menghadapi tes masuk Akademi Kepolisian (Akpol) atau Bintara.

Selain itu, putra dari polisi yang gugur saat menjalankan tugas tersebut akan menjadi anak asuh pejabat utama Mabes Polri. Polda Metro Jaya memberi santunan kepada para keluarga anggota Polri yang menjadi korban penembakan orang tidak dikenal pada beberapa waktu lalu. PT Asabri juga menyantuni keluarga anggota kepolisian yang tewas diterjang peluru oleh pengendara sepeda motor sebesar Rp 100 juta.

Sebanyak empat anggota itu, yakni anggota Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Cilandak, Aiptu Dwiatno meninggal dunia, usai ditembak orang tidak dikenal di sekitar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/8) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kemudian, dua anggota Polsek Pondok Aren, yakni Aipda Kus Hendratma dan Bripka Maulana tewas usai ditembak orang tidak dikenal di Jalan Graha Raya depan Mesjid Bani Umar, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (16/8) sekitar pukul 21.30 WIB.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA