Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

90 Persen Saham Siloam Diserap Asing

Kamis 12 Sep 2013 21:23 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Djibril Muhammad

PT Siloam International Hospitals Tbk

PT Siloam International Hospitals Tbk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) banyak diserap investor asing. Direktur PT Ciptadana Securities John Herry Teja mengungkapkan 90 persen saham yang dilepas ke publik diserap asing.

"Sebagian besar investor asing tersebut adalah institusi," ujar John usai pencatatan umum saham perdana SILO di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/9). Ciptadana merupakan penjamin emisi efek SILO.

Investor asing meyakini bisnis rumah sakit akan terus berkembang. Sehingga hanya sebagian kecil sahamnya diserap investor lokal.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan masyarakat ini berencana membangun kembali rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. Dengan menggunakan sebagian dana hasil initial public offering (IPO), SILO akan membangun sejumlah rumah sakit hingga 2017.

John berpendapat meningkatnya jumlah penduduk akan mendorong kebutuhan rumah sakit. "Oleh karena itu rumah sakit membutuhkan banyak pendanaan dan menjadi bisnis yang menarik bagi investor," kata John.

Siloam melepas 150 juta lembar saham atau setara 13,5 persen dari keseluruhan saham perseroan. Harga penawaran saham sebesar Rp 9.000 per lembar saham.

Dana hasil IPO sekitar 39 persen akan digunakan untuk pembelian peralatan medis, perluasan rumah sakit dan pembangunan rumah sakit baru. Sedangkan 35 persen akan dipakai untuk pembayaran utang. Sisanya digunakan untuk akuisisi rumah sakit, operator rumah sakit atau perusahaan healthcare.

Emiten ke-25 berencana akan membuka 6-8 rumah sakit baru hingga akhir 2014. Perseroan akan mengoperasikan 40 rumah sakit dalam lima tahun mendatang dengan total 10 ribu tempat tidur. Anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk ini telah mengoperasikan 13 rumah sakit dengan kapasitas 3.436 tempat tidur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA