Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Tempe Masih Menghilang, Tahu Sudah Muncul di Tangerang

Rabu 11 Sep 2013 14:19 WIB

Rep: Nurhamidah/ Red: Nidia Zuraya

Tahu tempe yang menggunakan kedele impor dari Amerika Serikat

Tahu tempe yang menggunakan kedele impor dari Amerika Serikat

Foto: Blogspot

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Hari ketiga aksi mogok produsen dan pedagang tempe masih berlanjut di sejumlah pasar di Kota Tangerang. Namun ada beberapa pedagang tahu mulai berjualan pada hari ini Rabu (11/9) dengan alasan kebutuhan ekonomi.

Suparman (30 tahun) seorang pedagang tahu mengaku mulai berjualan hari ini setelah dua hari mogok berjualan. “Baru hari ini sudah dua hari mogok, terpaksa melanggar jualan demi sesuap nasi,” katanya pada ROL, Rabu (11/9).

Ia memasok dari pabrik tahu yang ada di Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang. Akibat aksi mogok selama dua hari membuatnya tidak memperoleh penghasilan sehingga memutuskan untuk berdagang.

Menurutnya, ia mengambil empat keranjang tahu yang isi setiap keranjangnya 100 buah. Harga satu keranjang mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 170 ribu sekarang menjadi Rp 190 ribu per keranjang. Sehingga untuk satu keranjang dengan isi 100 buah mengalami kenaikan Rp 20 ribu setelah harga kedelai naik.

Ia mengatakan biasanya ada puluhan pedagang tahu di pasar tersebut, tetapi yang mulai berjualan baru beberapa orang saja. “Takut juga di sweeping tapi mau gimana lagi,” ungkapnya.

Pada hari pertama aksi mogok Senin (9/9) kemarin banyak yang terkena sweeping agar tidak berjualan. Sehingga ditemukan hampir dua mobil pick up berisi tempe dan tahu. Ia berpendapat hal tersebut wajar karena demi kebersamaan untuk melakukan aksi mogok jualan. Namun dengan mogok selama tiga hari maka kesulitan mencari nafkah karena tidak ada pekerjaan lagi selain berjualan.

Sementara itu, Rohimi (40) seorang produsen sekaligus pedagang tempe menuturkan akan berjualan mulai Kamis (12/9). Sehingga hari ini masih mogok berjualan sesuai jadwal dari 9-11 September 2013. “Besok mulai jualan lagi, sekarang kompak aja yang lain mogok, mogok juga. Sudah dua hari nganggur aja di rumah,” paparnya.

Rohimi mengatakan hari ini datang ke pasar untuk melihat situasi pedagang yang lain ternyata semuanya masih belum berjualan. Ia mengaku dengan adanya aksi mogok tersebut membuatnya tidak ada pemasukan untuk kebutuhan rumah tangga. Biasanya dalam sehari ia memperoleh ratusan ribu rupiah sehingga jika mogok tiga hari rugi besar.

Ia berharap harga kacang kedelai kembali stabil dan tidak ada kenaikan lagi. Menurutnya harga kedelai untuk tempenya saat ini masih Rp 9.300 per kilo gram. Rohimi menambahkan agar harga kedelai bisa turun kembali menjadi Rp 7.000 per kilo gram. Sebab harga tersebut dinilai normal dan tidak lagi memberatkan baik produsen maupun pedagang.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA