Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Polisi Usut Dugaan Malpraktik RS Sahid Sahirman

Senin 26 Aug 2013 22:16 WIB

Red: Taufik Rachman

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: stjosephpost.com

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan malapraktik yang dilakukan salah satu dokter Rumah Sakit Sahid Sahirman terhadap seorang atlet Tim Equestrian Adinda Yuanita.

"Kami tinggal meminta keterangan saksi ahli," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan penyidik telah memeriksa beberapa saksi, yakni Dokter Guntur Erick Luis sebagai terlapor dan dr Sukendro, pihak pengelola rumah sakit, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan pelapor.

Sementara itu, Ketua Mejelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), Ali Baziad mendapatkan informasi bahwa dr Guntur dan dr Sukendro tidak praktik di RS Sahid Sahirman.

Bahkan, Ali mengaku menerima informasi RS Sahid Sahirman berencana dijual kepada pihak lain. Namun, Ali menyatakan pihaknya masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya terkait dugaan malapraktik terhadap pasien.

Ali menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi terhadap dokter yang terbukti bersalah dalam dugaan kasus malapraktik. Ali mengungkapkan MKDKI juga melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan malapraktik terhadap Adinda Yuanita.

"Kasusnya masih diproses, sudah sampai tahap pengumpulan bukti," ujar Ali.
Kejadian dugaan malapraktik berawal Adinda Yuanita berawal akan mempersiapkan pertandingan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) EFI-JPEC di Sentul, Bogor, Jawa Barat, 6 November 2012.

Adinda memeriksa kondisi kesehatan dan fisik ke dr Guntur di Rumah Sakit Sahid Memorial Jakarta, 13 November 2012. Adinda mendapatkan tindakan medis, seperti penyuntikan dan infus yang dilakukan dr Guntur.

Usai mendapatkan tindakan medis selama tiga pekan, Adinda mengalami pembengkakan pada wajah, mati rasa, tumbuh gundukan, daging pada punuk dan badan membiru.
Adinda juga mengalami tremor, sakit kepala, berat badan naik secara drastis, serta ngilu pada tulang dan otot.

Selanjutnya, Adinda menjalani pemeriksaan oleh beberapa dokter spesialis endokrinolog di Singapura. Dokter memvonis Adinda terkena penyakit "iatrogenic cushing syndrome" yang diduga akibat dari tindakan medis dokter spesialis tulang di rumah sakit swasta tersebut.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA