Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Seruan Penarikan Dubes Indonesia di Mesir Kian Mengalir

Kamis 15 Aug 2013 16:56 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Hazliansyah

 Anak-anak Mesir mengacungkan jari tanda kemenangan saat bergabung dengan aksi unjuk rasa menolak kudeta dan mendukung Presiden Mursi di luar Masjid Rabiah Al Adawiyah, Nasr City, Kairo, Rabu (31/7).   (AP / Khalil Hamra)

Anak-anak Mesir mengacungkan jari tanda kemenangan saat bergabung dengan aksi unjuk rasa menolak kudeta dan mendukung Presiden Mursi di luar Masjid Rabiah Al Adawiyah, Nasr City, Kairo, Rabu (31/7). (AP / Khalil Hamra)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seruan bagi pemerintah untuk menarik Duta Besar Indonesia di Mesir terus mengalir.

Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha meminta pemerintah menarik Duta Besar Indonesia di Mesir. Penarikan duta besar perlu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kekejaman militer Mesir yang membantai rakyat Mesir pro-Mursi.

"Militer Mesir seharusnya melindungi rakyat, bukan malah membantai rakyat Mesir secara membabibuta. Indonesia harus protes atas tindakan kejam ini dengan menari duta besarnya, jangan diam saja," kata Syaifullah, Kamis (15/8).

Para mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir, ujar Syaifullah, juga harus segera dipulangkan ke tanah air. Berdasarkan pantauannya, sepertinya Mesir akan jatuh ke dalam perang saudara mengikuti Suriah, Libya, maupun Irak.

Indonesia, kata Syaifullah, harus berani menunjukkan ketidaksukaan terhadap pihak luar yang ikut serta menggulingkan Mursi. Sebab Mursi terpilih secara demokratis.

"Harusnya militer mengawal demokrasi bukan malah menggulingkan demokrasi itu sendiri," katanya.

Sebelumnya Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq juga meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap atas kekerasan kemanusiaan yang dilakukan rezim militer Mesir terhadap rakyatnya.

Menurut Mahfudz sikap diam pemerintah bisa dianggap sebagai cerminan dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap militer Mesir.

"Penarikan ini juga sebagai sinyal bahwa pemerintahan hasil kudeta tidak legitimate," katanya.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA