Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Tunisia Diguncang Demo Besar Menuntut Penggulingan Pemerintah

Rabu 07 Aug 2013 10:53 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Mansyur Faqih

Demonstrasi warga Tunisia yang menuntut penggulingan pemerintahan

Demonstrasi warga Tunisia yang menuntut penggulingan pemerintahan

Foto: Al Jazeera

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Puluhan ribu warga Tunisia memadati jalanan di pusat kota Tunis untuk menuntut penggulingan pemerintah. Demonstrasi pada Selasa (6/8) waktu setempat disebut sebagai protes terbesar sejak krisis politik negara itu dimulai dua pekan lalu. 

Protes pada Selasa dilakukan enam bulan setelah pembunuhan politisi sayap kiri, Chokri Belaid. Dia adalah salah satu dari dua tokoh oposisi yang ditembak mati dalam beberapa bulan terakhir. Demonstrasi terjadi beberapa jam setelah Majelis Konstituante menangguhkan pekerjaannya tanpa batas waktu. 

Kepala majelis, Mustafa Ben Jaffar dan sekjen mengumumkan penangguhan tersebut. "saya bertanggungjawab sebagai presiden majelis dan menunda pekerjaan sampai ada dialog dalam pelayanan Tunisia," ujar Mustafa dikutip Al-Jazeera

Mustafa merujuk pada krisis yang dipicu pembunuhan tokoh oposisi. Pembunuhan membuat banyak anggota oposisi memboikot sesi sidang. Majelis masih harus menyelesaikan rancangan konstitusi dan undang-undang pemilu. Oposisi sekuler negara tersebut mencoba untuk menggulingkan pemerintahan Ennahda dan membubarkan majelis transisi. 

Protes digelar setiap hari sejak pembunuhan politikus kiri dan anggota majelis Mohammad Brahmi tewas pada 25 Juli. Lebih dari 70 anggota majelis menarik diri dua pekan lalu sebagai protes terhadap dua pembunuhan. Tunisia menghadapi krisis politik terburuk sejak jatuhnya penguasa Zine el-Abidine Ben Ali pada 2011. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA