Kicak, Makanan Khas Ramadhan di Kauman

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Djibril Muhammad

 Ahad 28 Jul 2013 13:18 WIB

Kicak, makanan khas Ramadhan di Kauman, Yogyakarta Foto: blogspot.com Kicak, makanan khas Ramadhan di Kauman, Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap sore di pasar sore Kauman, Yogyakarta selalu dipenuhi para pedagang jajanan. Pasar itu terletak di sebuah kampung Muhamadiyah di Jalah Ahmad Dahlan. Para pembeli memadati gang sempit di Kauman untuk mendapatkan makanan berbuka puasa.

Di pasar tersebut dapat ditemukan berbagai macam makanan, termasuk makanan yang hanya muncul di bulan Ramadhan yaitu Kicak. Sutia, warga Kauman ini selalu menjajakan berbagai macam makanan menjelang berbuka puasa tiap tahunnya. Kicak yang ia jual selalu habis terbeli oleh pengunjung yang menelusuri gang kecil di Kauman tersebut.

Kicak adalah makanan tradisional yang terbuat dari jadah (ketan), kelapa muda, gula putih, nangka, dan daun pandan. Makanan khas yang rasanya manis dan gurih ini menjadi salah satu menu favorit di bulan Ramadhan.

Ketika dimakan, kicak akan terasa lembut dan manis. Taburan parutan kelapa menambah rasa asin dan gurih dengan aroma buah nangka dan daun pandan. Satu porsi kicak, terdapat dua potong jadah berukuran kecil yang dibungkus dalam plastik mika.

Paduan warna putih dari jadah dan parutan kelapa, warna kuning dari buah nangka, dan warna hijau dari daun pandan menggugah selera pembeli. Setiap hari, wanita berusia 62 tahun ini menyediakan 50-60 buah kicak. Sebungkus kicak, ia jual Rp 2.500.

"Banyak yang beli karena cuma ada waktu puasa saja. Kebanyakan juga yang beli tidak tahu makanan ini," kata nenek yang mengenakan jilbab itu.

Sutia tidak membuat kicak sendiri. Ia hanya menjualkan kicak yang disetor oleh tetangganya selama bulan Ramadhan.

Menurut dia, pembuatan kicak tidak membutuhkan waktu yang lama. Namun, agar kicak tidak cepat basi, parutan kelapa itu dikukus terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bahan-bahan yang lain.

Kicak yang telah matang kemudian diberi hiasan tambahan daun pandan sebagai aroma tambahan. Sehingga, meskipun makanan ini sederhana, tampilannya cukup menarik.

Makanan khas Ramadhan ini telah ada sejak 1950 yang dibuat oleh Mbah Wono. Mbah Wono selalu menjual panganan tradisional ini selama bulan Ramadhan saja. Sehingga, makanan kicak dipertahankan sebagai makanan khas selama Ramadhan di kampung Kauman.

Cara pembuatan kicak pun sederhana. Gula pasir, garam, daun pandan, vanili, dan parutan kelapa direbus. Lalu ditambahkan beras ketan dan diaduk hingga ketan menjadi lunak. Setelah matang, kicak masih dibumbui dengan parutan kelapa dan buah nangka.

Nia, pembeli kicak di pasar sore Kauman, mengaku tertarik untuk membeli kicak. Ia yang datang bersama temannya mengaku belum pernah melihat makanan tradisional ini. "Saya baru kali ini beli. Tahun sebelumnya belum pernah beli makanan di sini," kata Nia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X