Muslim Nigeria Perjuangkan Iftar Gratis

Rep: Ani Nursalikah / Red: M Irwan Ariefyanto

 Ahad 21 Jul 2013 02:12 WIB

Iftar gratis bagi warga Nigeria Foto: AP Iftar gratis bagi warga Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID,LAGOS - Umat Muslim dan organisasi amal di Nigeria sedang memperjuangkan adanya buka puasa bersama atau iftar gratis di seluruh negeri. Tujuannya untuk memberi makan orang miskin selama bulan suci Ramadhan. “Target kami adalah menyediakan 200 ribu makanan iftar kepada orang-orang miskin selama bulan Ramadhan,” kata Muddathir Olaniyi Sanuth dari Deen Communications Limited, kelompok yang menggagas adanya iftar gratis, Jumat (19/7).

Dia mengatakan, iftar gratis saat ini diselenggarakan di empat kota di Nigeria, yakni Lagos, Abuja, Port Harcourt, dan Kano. Ramadhan dimulai di Nigeria pada 10 Juli. Sejak dimulainya bulan suci, tempat-tempat berbuka puasa gratis bermunculan di banyak kota di Nigeria.

Bahkan, lokasinya semakin banyak dan tersebar di seluruh negeri, mulai dari Lagos di barat daya, Ilorin dan Jos di utara, Borno dan Yobe di timur laut, Kaduna, Kano, hingga ke Sokoto yang mayoritas menganut Islam.

Sanuth mengatakan, program inisiatif itu bertema “The Feed A Soul Programme” atau “Program Memberi Makan pada Jiwa”. Program ini juga akan diperluas ke narapidana, terutama di Lagos, perguruan tinggi, rumah sakit, dan panti kesejahteraan anak-anak. Ia juga mengimbau masyarakat Nigeria untuk menyumbangkan sebagian hartanya. “Kami juga berharap untuk memberi makan 20 ribu orang di lokasi yang berbeda pada hari Idul Fitri,” katanya.

Salah satu organisasi Muslim terbesar di Nigeria, NASFAT, telah menyediakan iftar gratis di seluruh basisnya secara nasional. “Program ini bertujuan memastikan sebanyak-banyaknya Muslim miskin yang dibantu untuk melaksanakan kewajiban agama mereka dengan relatif nyaman,” kata Imam Nasional NASFAT Abdullahi Akinbode.

Akinbode mengatakan, pusat iftar NASFAT sebelumnya tetap dibuka. Puluhan pusat iftar lainnya juga telah dibuka untuk menyebarkan gerakan ini. Terlepas dari pemerintah, politikus dan Muslim kaya juga menyelenggarakan iftar gratis untuk Muslim yang berpuasa. Mereka mensponsori program-program edukatif di media cetak dan elektronik.

Iftar telah menjadi budaya di banyak kantor pemerintah di Nigeria. Seorang senator yang mewakili Kwara Tengah di Senat Nigeria, Bukola Saraki, mengatakan dalam tweet-nya telah menyumbangkan 100 juta naira (mata uang Nigeria) untuk memberi makan orang miskin di daerah pemilihannya. “Sumbangan itu diumumkan sehingga orang-orang mengetahui iftar gratis tersedia bagi mereka. Tidak ada maksud untuk menghina atau pamer,” kata Saraki.

UNDP menunjukkan, setidaknya lebih dari 60 persen Muslim di utara Nigeria hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka hidup dengan kurang dari satu dolar per hari. Seorang kritikus sosial Muslim Sulaiman Mallam Rotimi mempertanyakan apa yang terjadi pada orang miskin setelah Ramadhan usai. Ia mendesak pemerintah dan Muslim kaya untuk memastikan sebanyak mungkin orang terlibat secara produktif. Sekitar 55 persen dari 160 juta penduduk Nigeria adalah Muslim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X