Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Hidayat Nur Wahid Apresiasi Pertemuan GNPF dengan Presiden

Senin 26 Jun 2017 21:02 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

Foto: ROL/Abdul Kodir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengapresiasi pertemuan antara GNPF-MUI  dengan Presiden Joko Widodo yang berlangsung di Istana Merdeka bertepatan dengan momentum Idul Fitri dan halal bi halal. Hidayat berharap pertemuan itu menghadirkan semangat baru dan menjauhkan dari upaya provokasi menghadap-hadapkan antara pemerintah dan umat Islam, atau antara TNI-Polri dengan umat Islam.

“Secara prinsip saya mengapresiasi pertemuan GNPF MUI dengan Presiden Jokowi kemarin,” kata Hidayat Nur Wahid di sela-sela open house hari kedua lebaran di Rumah Dinas di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (26/6). Hidayat Nur Wahid menggelar open house untuk tokoh masyarakat, perwakilan negara sahabat, dan warga sekitar.

Hidayat mengungkapkan GNPF MUI sudah sejak lama ingin mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi. Bahkan, sejak Aksi Bela Islam  pada 4 Nopember 2016 atau 411 sudah ada keinginan untuk bertemu dengan presiden. “Alhamdulillah, dalam suasana Idul Fitri yang menghadirkan halal bi halal, telah terjadi pertemuan antara GNPF MUI dengan Presiden Jokowi,” ujarnyaseperti tertuang dalam siaran pers.

Menurut Hidayat, pertemuan antaa GNPF MUI dengan Presiden Jokowi itu melahirkan semangat baru dan lembaran baru untuk menghindarkan upaya menghadap-hadapkan antara pemerintah dan umat Islam serta tokoh Islam atau antara TNI – Polri dengan umat Islam. “Janganlah saling berhadap-hadapan. Karena kalau itu terjadi maka akan merugikan negara, TNI-Polri, bangsa, dan umat Islam. Dan yang diuntungkan adalah mereka yang anti NKRI, anti Pancasila, serta menginginkan Indonesia tetap lemah dan Indonesia yang tidak damai. Bahkan mungkin mereka adalah kelompok yang anti agama,” katanya.

Hidayat juga berharap pertemuan GNPF MUI dengan Presiden Jokowi dilanjutkan dengan tindakan konkrit dari pihak pemerintah untuk menghentikan hal-hal yang terkait dengan kriminalisasi ulama dan aktivis yang disebut melakukan makar serta segera mengeluarkan mereka (ulama dan aktivis) yang ditahan kalau memang tidak ada bukti kesalahan mereka yang diukur secara hukum. 

“Jadi saya berharap sekali lagi pertemuan kemarin menjadi berkah untuk kemudian dihentikannya kriminalisasi pada ulama, fitnah kepada ulama, dan dihentikan aksi-aksi yang lebih banyak fitnahnya daripada fakta hukumnya, dan mereka yang ditahan karena tuduhan yang tidak berdasar juga untuk segera diselesaikan,” kata Hidayat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler