Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

HNW: Generasi Muda Penting Ditanamkan Cinta Tanah Air

Rabu 14 Maret 2018 09:02 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih

 Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Foto: mpr
Sosialisasi empat pilar sebagai salah satu cara menumbuhkan cinta tanah air.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menekankan pentingnya penanaman cinta tanah air kepada seluruh komponen bangsa, termasuk generasi muda. Hal ini ditempuh MPR melalui Sosialisasi Empat Pilar yakni Pancasila, UUD NRI Tahu 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di berbagai wilayah.

"Mencintai Indonesia perlu ditanamkan kepada generasi muda," ujar HNW saat Milad Baitul Hidayah Dengan Sosialisasi Empat Pilar di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (13/3).

Di hadapan ratusan santri, HNW menuturkan dengan sosialisasi, diharapkan generasi muda menjadi paham mengenai Empat Pilar MPR. Penting bagi santri untuk memahami Empat Pilar.

photo

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat menghadiri milad Pesantren Baitul Hidayah. (doc. MPR)

HNW memaparkan dengan mengenal Empat Pilar membuat masyarakat semakin mengenal Indonesia dan selanjutnya mencintainya. Mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dirasa wajib sebab dalam era globalisasi, bangsa ini berada dalam ancaman memudarnya nilai-nilai moral seperti maraknya peredaran narkoba, pornografi, berita hoaks, dan lain sebagainya.

HNW berharap agar seluruh komponen masyarakat saling mengingatkan dan bisa bekerjasama untuk kebaikan sehingga tidak terkena masalah-masalah seperti di atas. "Ini harus kita pahami agar Indonesia tidak terkena berbagai dampak dari kondisi darurat," kata dia.

HNW hadir di Pesantren Baitul Hidayah, selain untuk memberi Sosialisasi Empat Pilar, juga dalam rangka memperingati milad pesantren. Dirinya berpesan agar Baitul Hidayah melanjutkan perjuangan dan sejarah yang telah dituliskan oleh para kiai atau ulama terdahulu.

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia ada karena perjuangan ulama dan umat Islam. Dia mengatakan pesantren dan ulama mempunyai peran nyata dalam kehidupan bangsa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler