Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Zulkifli Hasan: Indonesia Harus Keluar dari Adu Domba SARA

Senin 12 March 2018 17:36 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam diskusi bersama wartawan parlemen di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3).

Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam diskusi bersama wartawan parlemen di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3).

Foto: MPR RI
Zulkifli Hasan mengajak semua pihak bicara tentang Indonesia bersatu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengajak semua pihak untuk bicara tentang Indonesia yang bersatu. Tidak lagi membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), mayoritas minoritas, menyebarkan hoaks, ujaran kebencian dan lainnya.

"Jangan lagi isunya soal agama, suku, mayoritas-minoritas. Itu sudah kuno. Kita harus bicara Indonesia di mana semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam diskusi bersama wartawan parlemen di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3).

Menurut Zulhasan, sapaan akrab Zulkifli Hasan, Indonesia harus keluar dari situasi seperti itu. Sebab, kalau selalu seperti sekarang dipenuhi dengan isu suku, agama, mayoritas minoritas, dan lainnya, Indoensia tidak akan beranjak maju.

"Kalau keadaannya masih seperti ini, maka akan ada sekelompok atau segelintir orang yang akan mengadu-domba dan memecahbelah dan meyakinkan kita bahwa kita bisa diadu-domba," ujarnya.

Oleh karena itu ada kasus penyerangan terhadap ulama, pastor, sebab ada keyakinan bahwa masyarakat bisa diadu-adu. Ia berpendapat bahwa Indonesia harus keluar dari apa yang terjadi sekarang ini.

Seperti sudah disepakati, menurut Zulhasan, tidak lagi bicara soal suku, agama, ras, antargolongan. Tapi kita bicara tentang Indonesia yang setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama di negeri ini.

Dia menambahkan bahwa maju atau mundurnya sebuah negara tergantung bagaimana mengelola negara itu. Singapura yang tidak memiliki perkebunan sawit atau tambang, bisa maju. Korea Selatan dan Korea Utara memiliki etnis, suku, yang sama, tapi Korea Selatan lebih maju dari Korea Utara.

"Kita harus bicara Indonesia yang bersatu. Mereka yang hebat adalah mereka yang bisa memajukan negeri ini. Kita harus melangkah ke sana sehingga kita bisa melawan SARA, hoaks, radikal, dan lainnya," pungkasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler