Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

HNW Menilai Adanya Haluan Negara Dipandang Mendesak

Rabu 29 November 2017 16:22 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Gita Amanda

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid

Foto: ROL/Havid Al Vizki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai bahwa haluan negara dipandang mendasar dan mendesak. Hal itu disampaikan HNW saat menutup simposium yang bertema Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan Model GBHN Sebagai Haluan Penyelenggaraan Negara, di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, (29/11).

"Masalah ini merupakan isu strategis sehingga menjadi aspirasi masyarakat yang wajib dikelola dengan baik," ujar HNW.

Menurutnya simposium tersebut merupakan wujud tanggung jawab MPR untuk mendapatkan masukan tentang reformulasi sistem pembangunan nasional. Ia mengakui berbagai pikiran, gagasan, dan masukan tentang sistem perencanaan pembangunan nasional telah diterima. Semua masukan tersebut memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya keberadaan haluan negara sebagai upaya mewujudkan cita-cita nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

"Berbagai pendapat dan pandangan menyatakan haluan negara dipandang mendasar dan mendesak," katanya.

Hidayat juga berterima kasih atas masukan yang sangat berharga mengenai reformulasi sistem perencanaan pembangunan nasional model GBHN. "Kami berharap simposium ini menjadi awal yang baik untuk mempercepat penyusunan materi mengenai haluan negara," harapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler