Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Cerita HNW, Dulu Iman & Takwa tak Diatur UU

Rabu 15 November 2017 07:54 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid.

Foto: MPR RI

REPUBLIKA.CO.ID, KLATEN -- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) sedikit bercerita mengenai ketentuan iman dan takwa yang dulunya tidak diatur dalam Undang-Undang (UU). HNW mengatakan namun sekarang dalam pasal 31 ayat 3, turut mengatur terkait persiapan pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan akhlak mulia untuk mencerdaskan bangsa.

 "Dulu enggak ada ketentuan iman dan takwa. Bahkan dulu ada yang munculkan gerakan iman takwa dapat reward, hadiah luar biasa, dipecat," kata dia saat sosialisasi 4 Pilar di Yayasan Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11).

 

Saat ini ketentuan iman dan takwa, menurutnya, juga mengatur penolakan terhadap sekulerisme, ateisme, komunisme, liberalisme. Pemerintah, melalui UU juga ditegaskan untuk memajukan ilmu pengetahuan teknologi dengan menjunjung tinggi nikai-nilai agama.

 

"Kalau sekarang ada Perda dan lain-lain bertentangan dengan pemerintah, boleh digugat ke MA/MK, bahkan sekarang ada hakim agung khusus masalah agama Islam," kata dia.

 

Selain itu, HNW huga bercerita, jaman dulu HAM yang sifatnya begitu terbuka bahkan cenderung liberal, sekarang sudah dikunci di 28 c ayat 2 bahwa HAM dalam rangka menghormati HAM orang lain juga merujuk agama dan nilai budaya di Indonesia. Karenanya, menurut dia, tidak bisa paham komunisme, ateisme dan lainnya mengatasnamakan HAM.

 

Dia mencontohkan PKI, marxisme yang dilarang sesuai Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966 karena bertentangan dengan agama. "LGBT jga tidak boleh minta ditegakkan dengan alasab HAM. Karena tidak ada agama yang memerintahkan jadilah LGBT untuk masuk surga, justru agama melarang dan bertentangan dengan UUD," ujarnya. Santi Sop

Sumber : santi shopia
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler