Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Mahyudin: Kemiskinan dan Kebodohan Musuh Bangsa

Kamis 05 October 2017 13:56 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil Ketua Majelis Pemusyawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Mahyudin

Wakil Ketua Majelis Pemusyawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Mahyudin

Foto: Dokumentasi MPR

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Mahyudin, mengatakan di usia 72 tahun kemerdekaan Indonesia memiliki dua musuh besar yaitu, kemiskinan dan kebodohan. Padahal kedua musuh itu merupakan cita-cita kemerdekaan Indonesia, seperti yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bukti kemiskinan yang menimpa Indonesia adalah penghasilan perkapita penduduk Indonesia masih jauh lebih kecil dibanding negara-negara maju. Sedang kebodohan yang menimpa Indonesia bisa dilihat dari banyaknya produk asing yang memenuhi pasar domestik. Juga banyaknya perusahaan asing yang menguasai sumber kekayaan alam Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Mahyudin saat membuka sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan Civitas Akademika Universitas Islam Jakarta (UIJ). Acara tersebut berlangsung di ruang auditorium UIJ, Rabu (4/10). Ikut hadir pada acara tersebut anggota MPR Fraksi Golkar Bowo Sidiq Pangarso dan Hetifah Sjaifudian.

Kedua persoalan itu, kata Mahyudin harus segera dientaskan. Apalagi keduanya merupakan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Selama keduanya belum teratasi, berarti cita-cita Indonesia merdeka belumlah tercapai.

"Dalam istilah agama kefakiran itu adalah jalan menuju kekafiran, dan itu sangat berbahaya", kata Mahyudin menambahkan.

Meskipun,  untuk mencapai Indonesia yang pintar dan kaya itu tidaklah gampang. Sebab banyak bangsa-bangsa lain yang tidak menghendaki Indonesia menjadi negara yang maju. Agar mereka bisa menjajah dan menguasai sumber daya alam Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler