Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Hidayat: Tidak Benar Kalau Islam Anti-NKRI

Ahad 20 Aug 2017 14:58 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Foto: Republika/Muhyiddin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengajak keluarga besar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mencontoh dan melanjutkan perjuangan pendiri sekaligus pengurus pusat DDIi, Mohammad Natsir. Menurut dia, Mohammad Natsir adalah sosok pahlawan yang sangat penting dalam menjaga tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berkat keberaniannya menyampaikan mosi integral Natsir di hadapan sidang paripurna DPR RIS 3 April 1950, Indonesia yang saat itu dihadapkan pada perpecahan,  bisa kembali utuh di bawah konstitusi UUD 1945. Pernyataan itu disampaikan Hidayat Nur Wahid saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di kalangan DDI Kota Bandar Lampung. Acara tersebut berlangsung di Gedung Rimbawan, Bandar Lampung, hari ini.
 
Pemikiran cemerlang Natsir yang juga Ketua Fraksi Partai Masyumi, itu akhirnya diterima dan diakui oleh Sukarno dan Mohammad Hatta. Alhasil, kedua proklamator itu mengikuti pemikiran Natsir agar Indonesia tidak terpecah dan kembali menjadi NKRI. "Inilah jejak-jejak perjuangan umat Islam menjaga keutuhan NKRI. Karena itu tidak benar kalau Islam dan Indonesia didikotomikan. Tidak benar kalau dikatakan Islam anti-NKRI", kata Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (20/8).

Indonesia pada 1950, menurut Hidayat, memang menghadapi suasana genting. Pasalnya pada 1948 terjadi pemberontakan PKI Madiun. Lalu pada 1949 giliran DI/TII. Pada 1949 pula Indonesia menjadi RIS sebagai hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).

Mosi integral Natsir berarti menolak RIS dan kembali kepada NKRI yang disetujui sejak 18 Agustus 1949. Karena itu pada 17 Agustus 1950 diproklamirkan kembalinya NKRI.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA