Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Malaysia Minta Dukungan Indonesia Soal Bahasa Melayu

Kamis 27 Jul 2017 21:23 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Qommarria Rostanti

Penasihat Kerajaan Malaysia (Setingkat Menteri), Tan Sri Dato Seri Utama Dr Rais Yatim  dan rombongan, bertemu Ketua MPR, Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid di ruang kerja Ketua MPR, Kamis (27/7).

Penasihat Kerajaan Malaysia (Setingkat Menteri), Tan Sri Dato Seri Utama Dr Rais Yatim dan rombongan, bertemu Ketua MPR, Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid di ruang kerja Ketua MPR, Kamis (27/7).

Foto: Dok Amri Amrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, didampingi Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan Penasihat Kerajaan Malaysia, Tan Sri Dato Seri Utama Dr Rais Yatim. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua MPR, Kamis (27/7).

Zulkifli setuju untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara Malaysia dan Indonesia, termasuk kerja sama dalam perlindungan tenaga kerja. "Wujud nyata persaudaraan serumpun Indonesia-Malaysia adalah perlindungan dan pemenuhan hak untuk tenaga kerja Indonesia yang mencari nafkah di Malaysia ," kata Zulkifli.

Pada pertemuan itu, Dr Rais Yatim mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Zulkifli. Antara lain menyangkut kedudukan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, juga mengenai anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN.

Penasihat Kerajaan Malaysia itu juga meminta dukungan pimpinan MPR untuk membantu merealisasikan niat menjadikan Bahasa Melayu sebagai bahasa internasional. Ketua MPR juga setuju dan akan mendukung rencana menjadikan Bahasa Melayu sebagai bahasa internasional.

"Persaudaraan serumpun Indonesia Malaysia ini harus diperluas dan ditingkatkan, termasuk inisiatif bersama untuk menjadikan Melayu sebagai bahasa serumpun," ujar politikus dari Partai Nasional (PAN) ini.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA