Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Pemekaran Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin 16 Mar 2015 16:55 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Oesman Sapta (kanan)

Oesman Sapta (kanan)

Foto: Republika/yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, MELAWI -- Wakil Ketua MPR Oesman Sapta akan mendukung setiap daerah yang ingin pemekaran daerah tingkat II. Menurut dia, pemekaran daerah bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah tingkat II.

 

"Kalau ada daerah yang ingin pemekaran, lakukan saja," kata Oesman Sapta saat tiba di Bandara Nanga Pinoh untuk kunjungan kerja dan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Ahad (15/3).

 

Menurut Oesman, pemekaran daerah memang menjanjikan. Pemekaran daerah bisa mendorong pembangunan ekonomi. Dengan pembangunan ekonomi maka penghasilan rakyat pun meningkat. Kabupaten Melawi ini sebagai salah satu contohnya.

 

Ketika naik helikopter melihat Kabupaten melawi, Oesman Sapta terkesan dengan perkembangan di kabupaten pemekaran ini. Banyak kemajuan dibanding 10 tahun lalu.

 

"Pemekaran daerah mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah tingkat II. Kalau tidak ada pemekaran harus menunggu cukup lama," katanya.

 

Dalam kunjungan yang didampingi Bupati Melawi Firman Muntaco, Oesman melihat secara langsung pembangunan Jembatan Melawi II, Masjid Agung Kabupaten Melawi, dan penyemaian bibit tanaman Belian (kayu ulin).

 

Bupati Firman Muntaco mengatakan daerah yang dipimpinnya itu dimekarkan tahun 2003. Saat itu, menurut dia Melawi termasuk daerah tertinggal. Sejak dimekarkan, masyarakat kini lebih mengenal  Melawi.

 

Daerah dengan luas 11.000 km2 dan jumlah penduduk 240 ribu jiwa ini mengandalkan hutan.  Melawi juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan kandungan uranium. Diperkirakan kandungan uranium daerah ini mencapai 40 rbu ton.

 

"Kita menyiapkan 200 ribu bibit kayu belian yang langka dan mahal. Kayu ini baru dipanen 50 tahun lagi. Kita sudah berpikir ke depan," katanya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler