Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Sepuluh Ton Garam Sudah Disebar di Langit Riau

Rabu 26 Jun 2013 11:43 WIB

Red: Hazliansyah

Kabut asap di Riau

Kabut asap di Riau

Foto: mongabay

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sudah sepuluh ton garam yang digunakan untuk penyemaian hujan buatan di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Riau.

"Hari ini ada sekitar tiga ton lagi untuk penyemaian di wilayah Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis," kata Humas BNPB Dr Agus Wibowo di Posko Satgas Penanggulangan Bencana Asap Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu.

Sebanyak sepuluh ton garam sebelumnya, demikian Agus, telah ditaburkan ke berbagai wilayah yang terparah terkena kabut asap dan kebakaran lahan, seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hilir dan Kota Dumai serta Rokan Hulu.

Penerapan penyemaian hujan buatan yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir menurut dia telah berhasil menghasilkan hujan, meski belum maksimal. Khususnya untuk Kabupaten Rokan Hulu dan Bengkalis, menurut dia, pada Selasa (25/6) telah terjadi hujan cukup deras dengan durasi yang lumayan lama, mencapai tiga jam.

"Diusahakan untuk hari ini hujan kembali terjadi dengan intensitas yang lebih besar," ucapnya berharap.

Untuk upaya pemadam api dengan menggunakan bom air, demikian Agus, juga telah berhasil memadamkan beberapa titik api di sejumlah wilayah. "Seperti Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan lainnya," kata dia.

Saat ini, menurut dia, juga ada penambahan dua helikopter lagi milik PT Indah Kiat, setelah sebelumnya dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) juga telah menyetujui bantuan dua helikopter.

Kepala BMKG, Sri Woro B. Harijono mengatakan saat ini pertumbuhan awan cukup pesat di beberapa wilayah Provinsi Riau. "Jika dirangsang dengan penyemaian, maka akan lebih baik hasilnya," tuturnya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA