Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tiga Syarat Capres Versi Muhammadiyah

Kamis 20 Jun 2013 17:40 WIB

Red: Taufik Rachman

Din Syamsuddin

Din Syamsuddin

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan ada tiga syarat calon Presiden Indonesia yang diyakini dapat mengatasi permasalahan bangsa.

"Figur pemimpin nasional kita harus memiliki jiwa 'solidarity maker' karena masalah bangsa Indonesia bisa diatasi demi kepentingan semua agama, suku, ras dan partai," kata Din Syamsuddin usai diskusi bertajuk "Jika Tata Kelola Migas Dibenahi Harga BBM Tidak Harus Tinggi" yang diselenggarakan Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara (GMKN) di Jakarta, Kamis.

Din menilai Presiden Indonesia hasil Pemilu 2014 harus memiliki sikap negarawan, dan tidak hanya mementingkan kelompok serta partainya sendiri, sehingga kepentingan besar bangsa diabaikan.

Syarat kedua menurut dia adalah pemimpin yang mampu menjadi penyelesai masalah atau "problem solver" yang dihadapi bangsa Indonesia.

Dia menjelaskan syarat kedua tersebut mengartikan bahwa pemimpin tersebut harus mampu menyelesaikan masalah bangsa yang kompleks dan jangan menumpuk permasalahan tersebut.
"Atau jangan sampai pemimpin kita kedepan menganggap tidak masalah, sehingga lari dari masalah yang ada," ujarnya.

Din menekankan syarat ketiga yang tidak kalah penting adlah pemimpin yang berani mengambil resiko atau "risk taker", sehingga jangan sampai yang bersangkutan menyerahkan pekerjaan kepada bawahannya ketika ada masalah.

Menurut dia syarat ketiga itu, menegaskan jangan sampai seorang pemimpin hanya tampil pada saat yang menguntungkan dirinya sendiri.

"Lebih penting adalah figur yang punya integritas dan kompetensi karena masalah bangsa ini perlu penyelesaian bukan hanya oleh pemimpin itu tapi bersama-sama," tukasnya.

Dia mengemukakan seorang pemimpin tersebut harus memiliki kejelasan terkait pandangan haluan negara kedepan sehingga bisa menjadi acuan untuk dipilih rakyat.

Din tidak mempermasalahkan pemimpin dari kalangan muda atau tua karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan namun yang terpenting adalah mempunyai integritas dan komitmen untuk membangun negara.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA