Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Jaksa Myanmar Janji Tak Diskriminasi Muslim

Rabu 22 May 2013 16:52 WIB

Rep: Ichsan Emerald Alamsyah/ Red: A.Syalaby Ichsan

Rumah dan masjid milik Muslim Myanmar Dibakar.

Rumah dan masjid milik Muslim Myanmar Dibakar.

Foto: AP Photo/Zin Chit Aung

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Pengadilan Myanmar telah memvonis tujuh terdakwa Muslim bersalah dengan tuduhan membunuh seorang biksu. Pembunuhan tersebut memicu kekerasan di Meikhtila sehingga menyebabkan puluhan Muslim tewas dan terbakarnya masjid juga pondok pesantren.

Atas vonis tersebut, pihak Muslim menuding terjadi diskriminasi dalam hukuman yang diterapkan pengadilan. Akan tetapi, Jaksa Wilayah Mandalay Ye Aung Myint menyanggah hal tersebut. Menurutnya, pengadilan akan menangani perkara awal terlebih dahulu.

Setelah itu, ujarnya, pengadilan akan menyidangkan sebelas perkara lainnya yang melibatkan terdakwa dari pihak Buddha. ''Tidak ada diskriminasi dalam keadilan,'' ucap dia seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (21/5).

 

Kekerasan antar sekterian terjadi di Meikhtila pada 20 Maret lalu. Konflik berdarah tersebut disebabkan perselisihan di toko emas memicu kerusuhan yang menyebabkan 44 orang tewas dan 12 ribu orang mengungsi yang rata-rata adalah muslim.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA