Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Aktivitas di Masjid

Asah Keterampilan di Masjid

Rabu 15 May 2013 01:19 WIB

Red: Zaky Al Hamzah

pemberdayaan ekoomi berbasis masjid ala laznas bsm

pemberdayaan ekoomi berbasis masjid ala laznas bsm

Foto: dok.laznas bsm

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anak-anak muda Muslim menghimpun diri dan mengasah keterampilan di sejumlah perkumpulan. Di antara mereka, ada yang bergabung dengan Remaja Islam Sunda Kelapa (Riska) dan Quranic Generation (Q-Gen). Ketua Riska Ardi Oktorio mengatakan banyak kegiatan positif yang ia dan teman-temannya jalankan.

Ia menyebut kelas fotografi, kesenian, kajian, dan syiar Islam. Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung secara rutin di akhir pekan. Dengan demikian, tak mengganggu jadwal belajar. “Kami juga membekali anggota dengan beragam keterampilan,” katanya di Jakarta, Selasa (14/5). Salah satu bentuknya adalah pembentukan sekolah mentor.

Menurut Ardi, ini tempat pembibitan penerus dakwah. Biasanya pengajaran dalam bentuk kelompok kecil bernama liqo. Belajar bagaimana melakukan penghimpunan dan mengorganisasi sebuah kegiatan pun dilakukan. Keterampilan lainnya adalah kepemimpinan berjenjang serta pelatihan penyelamatan saat terjadi bencana.

Ia mengaku semua anggota mesti memiliki berbagai kemampuan. Mereka bisa memilih kegiatan apa pun yang disukai. Ini bekal hidup dan bermanfaat bagi organisasi. Ardi menambahkan, manajemen modern yang diterapkan di Riska membuat hampir seluruh kegiatan berjalan. Sekarang, katanya, Riska gencar mengeksplorasi dan memanfaatkan teknologi.

Salah satu jenis yang digunakan dan menurutnya penting dalam pengembangan organisasinya adalah jejaring sosial. Beragam kegiatan dan informasi penting disiarkan lewat Twitter. “Setiap hari jejaring kami aktif,” ujar Ardi. Bahkan, bulan ini mereka lebih jauh mengaplikasikan teknologi dengan meluncurkan majalah digital.

Selain itu, Remaja Masjid Al Anhar, Keparakan Kidul, Kota Yogyakarta, menempuh langkah sama. Mereka memperluas jaringan dakwah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Caranya, mereka mengefektifkan jaringan internet di masjid. Aktivitas yang mereka kembangkan adalah RT/RW Net dan website. Mereka memiliki laman sendiri.

Laman tersebut berisi berita beragam kegiatan masjid dan remaja masjid. Pengelola laman juga memberikan ruang bagi mereka yang ingin mengirimkan tulisannya. Mereka juga pernah menyelenggarakan Facebook Marketing yang berisi tentang sejumlah tips agar status Facebook menarik minat dan dibaca banyak orang.

Ada pula Q-Gen. Menurut Wakil Ketua Q-Gen Uswatun Hasanah, beragam kegiatan diadakan organisasi ini. Di antaranya, bahasa Arab dan tadabur Alquran. “Kami selalu menyelenggarakan tadabur Alquran tematik agar tak membosankan,” katanya. Ia mencontohkan, Q-Gen mengangkat tema generasi sesat. Itu ada penjelasannya dalam Alquran.

Ia mengaku banyak anak muda yang tertarik masuk ke Q-Gen sehingga membuat organisasi ini semakin besar.  Bahkan, keberadaannya telah merambah ke luar Jakarta. Kini telah ada di Kota Bandung dan Bali. “Kami sedang mempersiapkan untuk cabang di Yogyakarta,” ujarnya. Publikasi kegiatan mereka lakukan melalui jejaring sosial maupun mailing list.

Walaupun teknologi menjadi penting, kata Uswatun, saling menggaet teman melalui cara member get member juga tetap dilakukan. n rosita budi suryaningsih ed: ferry kisihandi

Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA