Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Harga Minyak Mentah Indonesia Kembali Turun

Kamis 02 May 2013 15:16 WIB

Rep: Sefti Oktarianisa/ Red: Nidia Zuraya

produksi minyak Indonesia

produksi minyak Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ ICP) kembali turun. Setelah sebelumnya tergerus dari 114 dolar AS per barel pada Februari menjadi 107 dolar AS per barel pada Maret, kini harga ICP berada pada level 100,19 dolar AS atau turun 7,23 dolar AS per barel.

Penurunan harga ICP ini dipengaruhi beberapa faktor. Pertumbuhan perekonomian di Eropa selama triwulan pertama 2013 ini hingga 0,5 persen, atau jauh dari target sebelumnya sebesar 0,2 persen juga menjadi penyebab lain.

Belum lagi berjalan lambatnya ekonomi AS. Ini akhirnya membuat harga minyak west texas intermediate (WTI) turun.

Kenaikan produksi minyak di negara produsen seperti Sudan dan Yaman sebesar 0,6 hingga 0,9 juta barel per hari juga menimbulkan dampak ke pasar. Produksi yang melimbah menyebabkan harga minyak di pasar tergerus turun.

Di kawasan Asia Pasific penurunan harga minyak akibat stok melimpah di Jepang juga membuat harga turun. Namun ini tak bisa diantisipasi akibat turunnya permintaan di China seiring melambatnya pertumbuhan negara tersebut dari 7,9 persen menjadi 7,7 persen.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo optimistis harga ICP akan kembali menguat. "Memang sekarang ada tren penurunan, tapi kita yakin nanti akan kembali naik," katanya pada ROL, Kamis (5/2).

Hal senada juga dikatakan Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro. "Kita perkirakan rata-rata masih sekitar 108 dolar AS per barel," katanya.

Namun ia tak menampik sejumlah hal bisa saja membuat ICP turun. Karena itu, pemerintah akan melakukan sejumlah hal untuk mengatur pendapatan negara yang selama ini bergantung pada penjualan minyak mentah.

"Kan ada instrumen seperti penerimaan negara bukan pajak yang non migas," tegasnya. Ia mengatakan Kementerian Keuangan pasti akan mengeluarkan instrumen untuk menangani ini.

Sementara itu, pada April ini harga minyak AS, WTI, turun sebesar 0,89 dolar AS per barel dari 92,96 dolar AS per barel menjadi 92,07 dolar AS per barel. Harga minyak di pasar Eropa Brent juga turun sebesar 6,11 dolar AS per barel, dari 109,54 dolar AS per barel menjadi 103,43 per barel.

Sedangkan harga jenis Tapis di pasar Singapura juga turun sebesar 6,39 per barel dari 114,91 dolar AS per barel menjadi 108,52 dolar AS per barel. Basket OPEC turun sebesar 5,37 dolar AS per barel dari 106,44 dolar AS per barel menjadi 101,07 dolar AS per barel.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA